Café AABI DAC Cimahi, Bukan Sekedar Café Biasa

BANDUNG. AGUS.OR.ID. Melihat trend masa kini perubahan gaya hidup anak muda, dewasa maupun tua banyak mengalami perubahan yang tak bisa dibendung. Cafe marak dimana-mana menyesuaikan gaya kekinian. Kebutuhan untuk bertransaksipun biasanya orang cenderung sambil ngopi di cafe.

Melihat fenomena seperti ini, AABI DAC Cimahi melihat peluang yang sama. Dengan dibantu komunitas yang notabene atas dasar kesamaan nama ‘Agus’, berinisiatif untuk mempunyai tempat kumpul sambil ngopi. Lebih dalam menggali potensi masing masing anggota komunitas, lebih mendekatkan satu sama lain, dan untuk saling mengenal agar tejalin kebersamaan, menjadi modal dasar mempunyai tempat kumpul.

Berawal atas dasar tersebut diatas, pada akhirnya AABI DAC Cimahi membuka Cafe untuk sekedar ngopi, lebih mempererat tali silahturahmi sesama anggota komunitas Agus, bahkan diluar Agus pun bisa berkumpul di cafe AABI DAC Cimahi, yang beralamat di jalan Ria No 9 dekat Ramayana alun alun Cimahi. Yuk Gus, ngopi.

Koresponden : Gus Agil Cimaya

“Energy Of AABI” HUT Ke-2 DAC Gerbangkertosusila

SIDOARJO. AGUS.OR.ID.  Peringatan hari ulang tahun ke-2  DAC Gerbangkertosusila jatuh tepat pada tanggal 19 Agustus 2018. Mengingat berdekatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-73 pelaksanaan syukuran diselenggarakan pada tanggal 26 Agustus 2018 di Museum Negeri Mpu Tantular Sidoarjo.

Tema yang diambil “Energy Of AABI”  yang mempunyai makna kekuatan 100% AABI Brotherhood  in Harmony dan juga bertepatan dengan Pesta Olahraga Asia 2018, Asian Games 2018 di Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum  Agus  Saefullah (Gus Jam), Ketua 1 Agus Muliawan (Abah Muli) beserta jajaran Dewan Agus Pusat (DAP) AABI,  5 Dewan Agus Daerah (DAD), 16 Dewan Agus Cabang (DAC) dari berbagai daerah, Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia Cabang Sidoarjo (IARMI) dan warga sekitar yang keseluruhan undangan mencapai kurang lebih 400 orang.

Kemeriahan dan kegembiraan terlihat dalam suasana hari ulang tahun Ke-2 DAC Gerbangkertosusila karena para undangan dihibur dengan Orkes Melayu Bolo Dewe. Panitia juga bekerjasama dengan PT. Unilever untuk melakukan kegiatan “Ayo, Budayakan Gerakan Cuci Tangan dengan Sabun Bersama Agus” yang pesertanya dari para undangan.

Tanpa mengurangi kemeriahannya kita tidak lupa untuk saling membantu dengan sesama yang diwujudkan dalam bentuk tali asih pemberian sembako kepada warga sekitar lokasi dan anggota DAC Gerbangkertosusila yang membutuhkan.

Selain itu juga dilakukan penggalangan dana secara spontanitas kepada seluruh undangan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah di Lombok. Donasi yang terkumpul mencapai Rp. 1.140.000 dan langsung diserahkan kepada Agus Taryono (Abah Tar) Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan DAP AABI untuk disalurkan langsung ke Lombok melalui Agus Nurjaman Ketua DAD Bali.

Dewan Agus Pusat juga menyampaikan pesan kepada DAC Gerbangkertosusila yang dituangkan dalam penulisan pada prasasti hari ulang tahun ke-2 DAC Gerbangkertosusila oleh Agus Muliawan (Abah Muli) Ketua satu AABI, “Dan ketika nama raga dan jiwa serta hati kita dipertemukan dalam persaudaraan yang harmoni, menjadi wujud nyata energi AABI siap berlayar tanpa henti”.

Dengan terlaksananya perayaan hari ulang tahun ke-2 DAC Gerbangkertosusila yang diliput oleh CNN (CNNIDDAILY) maka telah terlaksana juga semangat brotherhood in harmony Agus-Agus Bersaudara.

Koresponden  : Gus Mulyo

“AGUS” Dalam Kegiatan Rakernas III dan HUT AABI Ke 4 Tahun 2019

AGUS.OR.ID. Agus anggota Perkumpulan Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) berkumpul di Green Forest Lembang Bandung melaksanakan rapat kerja nasional (Rakernas) ke 3 dan HUT AABI ke 4 Tahun 2019 yang digelar Sabtu dan Minggu 14-15 Desember 2019.

Rakernas ketiga ini yang dihadiri seluruh Dewan Agus Daerah (DAD) dan Dewan Agus Cabang (DAC) dari seluruh Indonesia sekaligus merayakan hari jadinya yang keempat. Kegiatan ini merupakan evaluasi seluruh kegiatan yang telah dilakukan selama Tahun 2019, juga membahas program untuk tahun selanjutnya, dan menyepakati hal- hal yang bersifat kemajuan dan rencana strategis untuk masa yang akan datang.

Pembukaan rakernas kali ini dihadiri dari perwakilan pemerintah yang dihadiri oleh Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat juga mempunyai nama Agus, dengan nama lengkapnya Agus Komarudin.
Dalam sambutannya, Agus Komarudin berkelakar bahwa dirinya sudah ditakdirkan untuk hadir dalam acara ini serta berkumpul dengan saudaranya sesama Agus dari seluruh Indonesia.

“Saya tidak menyampaikan ini sebuah kebetulan, tapi sudah takdir untuk hadir disini,” ujarnya. Selain itu, ia juga menyampaikan fenomena masyarakat, khususnya kaum muda yang cenderung memilih untuk bergabung dengan perkumpulan sesuai dengan kegemarannya masing-masing dibanding dengan organisasi.

“Anak muda sekarang lebih senang berkomunitas dengan keinginan dan kesukaan masing-masing. Berbeda zaman dulu yang masuk organisasi-organisasi masyarakat yang besar,” Sementara di zaman sekarang banyak orang tua yang memiliki anak sangat jarang memberikan nama dengan nama “Agus”, sangat tidak disangka sangka bahwa nama Agus sekarang sudah mempunyai perkumpulan yang kompak dan sangat besar, ini merupakan salah satu kearifan budaya Nusantara karena memelihara nama Agus sangat tradisional dan saya bangga memiliki nama Agus, tuturnya.

Pada kesempatan setelah sambutannya Agus Komarudin diberikan apresiasi dan penghargaan dari AABI berupa plakat penghargaan atas apresiasi pemerintah kepada AABI, sekaligus diangkat menjadi anggota AABI dan diberikan atribut kaos AABI.

Sementara itu, Ketua Umum DAP AABI, Agus Saefullah yang biasa di sapa Gusjam berharap dengan dilaksanakan Rakernas AABI ini bisa membawa organisasi yang dipimpinnya makin bermanfaat bagi masyarakat. “Bukan tahun tahun sebelumnya tidak baik, mudah-mudahan bisa lebih baik lagi bisa lebih bermanfaat lagi. Khususnya buat Agus Agus sendiri, umumnya untuk masyarakat ini Indonesia,” kata Gusjam, sapaan akrabnya.

Sebagai penutup Gus Jam menambahkan, sejak berdiri tahun 2015 komunitas AABI telah tercatat memiliki anggota 18 ribu di seluruh penjuru tanah air dan terus bertambah kedepannya. Untuk diketahui, tanggal 13 Desember merupakan hari bersejarah bagi sebuah Komunitas AABI, karena ditanggal tersebut resmi dideklarasikan pada tahun 2015 oleh para pemilik nama Agus dari seluruh penjuru Nusantara.

Di tempat yang sama, Pada Sabtu malamnya, juga dilakukan upacara dengan dilatari prosesi lengser khas kesenian Sunda dengan pelaku lengsernya juga Agus, prosesi ini menjadi puncak perayaan HUT AABI ke 4, juga diberikan penghargaan kepada inisiator pendirian AABI, berupa penyematan PIN Rakernas kepada, Agus Mulyadi (Gusmul), Agus Mahpudin (Guslem) dan kang Roche, salah satu pegiat kesenian tradisional Sunda yang juga turut serta dalam pendirian AABI. Selanjutnya dilakukan potong kue Ulang Tahun sebagai simbolik HUT AABI.

Pada keesokan harinya, seluruh anggota AABI melaksanakan Fun Games bersama, berfoto dan lain lain memanfaatkan keindahan alam Lembang dan keunikan tempat Rakernas. (GUSHALL)

Donor Darah AABI DAD Jadetabek Ke-10

AGUS.OR.ID Pada hari/tanggal,Minggu,8 Desember 2019,DAD Jadetabek kembali mengadakan event donor darah yang ke-10 di mana untuk kali ini dihadiri sebanyak 25 orang agus, yakni : Gus Muh, Gus Bronk, Gus Ros, Gus Mit, Gus Mar, Gus Yanti, Gus Sety, Gus Gardha, Gus Purwito, Gus Salim, Gus Haryanto, Gus Salim, Gus Rian beserta Istri, Gus Wid beserta keluarga, Gus Setyono, Gus Ning, Gus Riyadin, Gus Rany, Gus Linah beserta Suami, Gus Komang, Gus Yan

Pada Donor darah pekan ini, DAD Jadetabek berhasil merekrut Aguser baru yakni : Agus Setiyawan , Agustiawansyah ( PMI) , dan Theresia Agustine.

Setetes darah anda bermanfaat bagi sesama.

agusyaAABI

Jakarta, Desember 2019
Kontributor :
Gus Riyadin & Gus Ros

Si AGUS Kumpul di Bandung?

Pemilik Nama Agus Kumpul di Bandung

Rapat koordinasi dan evaluasi panitia

AGUS.OR.ID. Anda yang bernama Agus, laki-laki dan wanita, jangan sampai ketinggalan hadir tanggal 14-15 Desember 2019 di Bandung. Perkumpulan Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI), salah satu perkumpulan terbesar di Indonesia yang menghimpun orang-orang Indonesia yang bernama Agus, August, Agoes, Bagus, Agustin, Agustinus dan nama yang mengandung unsur Agus lainnya akan menggelar Rakernas ke 3 dan HUT ke-4 di Green Forest, Lembang, Kabupaten Bandung.

Agus Saefullah, ketua umum Dewan Agus Pusat (DAP) AABI menyampaikan bahwa acara Rakernas ini akan di hadiri para pengurus Dewan Agus Daerah (DAD) dan Dewan Agus Cabang (DAC) dari seluruh Indonesia, dam menurut rencana akan dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. “Satu rangkaian dengan kegiatan Rakernas ke-3 akan dilanjutkan dengan perayaan HUT Ke-4 AABI yang akan dihadiri para pemilik nama Agus dari seluruh pelosok tanah air”, tutur Agus Saefullah lebih lanjut.

Sudah bukan rahasia umum, pemilik nama Agus yang tergabung dalam AABI ini memiliki jiwa kebersamaan, persaudaraan dan solidaritas tinggi, memiliki rasa peduli dan tanggung jawab terhadap sesame dan lingkungan. Donor darah, peduli anak yatim dan dhuafa, peduli bencana, dan konservasi alam adalah beberapa bukti nyata kegiatan yang terus dilakukan secara berkesinambungan.

Melalui kegiatan Rakernas ke-3 dan HUT AABI ke-4 ini diharapkan akan semakin memantapkan soliditas dan program kerja disemua tingkatan kepengurusan yag ada, yaitu DAP, DAD dan DAC.

Brotherhood In Harmony

Agus Jamhur, Sang Komandan yang Murah Senyum

CIMAHI. AGUS.OR.ID.  Banyak yang tidak percaya kalau sang komandan ini adalah kakek dari Yasmin Nacita Alula. Iya gak percaya, wong keliatan masih muda, energik, dan penampilan kayak cover boy gitu. Ketika ditanya umurnyapun beliau agak ragu menjawab. Ternyata bukan takut ketahuan sudah tidak muda lagi, tapi emang sepertinya ragu dengan tahun kelahirannya sendiri. Yang jelas lahir tanggal 15 Januari, makanya ada yang bilang Agus prematur, lahir sebelum bulan Agustus seperti Agus lain pada umumnya.

Nama yang diberikan orang tua adalah Agus Saefullah, namun di kalangan AABI lebih sering dipanggil Gus Jam, yang rupanya singakatan dari Agus Jamhur. Ketika ditanya apa arti “Jamhur” atau kenapa di panggil Agus Jamhur, beliau sepontan ketawa ngakak. Beliau bilang, “jangan ah. Itu masa lalu, sisi gelap masa di SMA. Saat itu sedang mencari identitas diri. Duh, sepertinya ada kisah khusus sampai gak mau diceritakan. Mana ada sisi gelap kehidupan yang terus dikenang. Ya sudahlah, pokoknya sekarang nama keren beliau adalah Agus Jamhur.

Suami dari wanita cantik asli Cimahi yang bernama Lisnani, ayah dari 3 orang anak yang semuanya sudah beranjak dewasa ini, terbilang sukses sebagai pengusaha bidang konstuksi, alat kesehatan, batu bara, dan air bersih. Sebagian usaha sudah diserahkan pengelolaannya kepada anak dan istri.

Gus Jam bersama Gus Mul

Agus Jamhur pertama kali dipertemukan dengan Agus Mulyadi, salah seorang pendiri AABI dari Sukabumi, yang biasa dipanggil Gus Mul. Bertemu Gus Mul dan diperkenalkan untuk pertama kalinya dengan Agus Agus Bersaudara Indonesia Oktober 2015, saat itu AABI belum berbadan hukum seperti sekarang ini. Baru ada Agus Mulyadi, Agus Nuryanto, Agus Roche, Agus Mahfudin, dan Agus Raka.  “Saya paling bungsu yang ternyata lebih tua umurnya,” ujar Gus Jam.

Bukan suatu kebetulan, karena memang segala sesuatunya sudah ada yang Maha Pengatur. Gus Jam punya waktu yang cukup luang untuk jadi nahkoda perkumpulan Agus Agus Bersaudara Indonesia.  Awal bergabung diminta menjadi koordinator untuk wilayah Jawa Barat, kemudian ditunjuk menjadi ketua DAD Jawa Barat.

Motivasi bergabung di AABI yang utama adalah persaudaraan dan silaturahmi. “Kalau bisnis, saya udah terlalu lama bergelut. Apalagi bisnis saya udah dipegang sama anak-anak dan istri. Saya ingin santai, rilex, tenang, dan yang utama ingin jalan-jalan ke sana kemari. Alhamdulillah ada AABI, jadi saya bisa jalan ke sana kemari dan lebih bermanfaat. Semakin banyak saudara semakin banyak bersilaturahmi,” ujar Gus Jam dengan terus mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Waktu terus berjalan. Banyak kopdar di berbagai daerah yang diikuti. Komitmen brotherhood in harmony yang begitu tinggi, pada akhirnya mengantarkan Agus Jamhur sebagai nahkoda AABI. Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa tanggal 10 Desember 2016 di Jakarta, secara sangat demokratis Agus Jamhur  terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Agus Pusat AABI untuk periode 2016 – 2021.

“Sosok sederhana, simpel, tidak banyak neko-neko, penyabar, kerja keras, dan yang utama tidak ada sifat membedakan satu sama lain terutama kepada anggota AABI. Punya loyalitas yang sangat tinggi terhadap perkumpulan, walaupun beliau sama sekali belum memahami betul berorganisasi. Apalagi organisasi seperti AABI yang bersifat nasional,” ujar Agus Halim Wasekjen DAP AABI yang juga diaminkan oleh banyak pengurus DAP, DAD, dan DAC diseluruh Indonesia.

Sederhana dan bersahaja

Gus Jam melihat Agus-Agus yang ada di AABI ini begitu beragam karakter, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini semua membuat Gus Jam punya harapan besar untuk AABI menjadi sebuah perkumpulan ataupun komunitas yang bisa membangun sebuah “ruang” agar bisa dipergunakan dan bermanfaat untuk Agus, anak Agus, saudara Agus, teman Agus, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Terakhir, Gus Jam menitipkan pesan dan harapan kepada para pengurus DAP, DAD, dan DAC, serta berbagai tim yang ada di AABI ini, agar bisa bertanggung jawab dengan amanah yg telah diberikan. Kerjakan semampu yang dapat dilakukan. Yang paling penting, jadilah pelaku, bukan penonton. (red)

Brotherhood In Harmony

Penulis : Gus Nug

KOPDAR EDUKASI & PELUANG INVESTASI TANAMAN PORANG

Ingin TAHU tentang tanaman PORANG dan kesempatan mendapatkan PELUANG INVESTASI yang menguntungkan ?

Yuk Gus Kopdar Edukasi. Silaturahim dapat, Ilmu dapet, peluang investasi OK. Daftar & ikuti Kopdar Edukasi dan Peluang Investasi ini pada :

Minggu, 22 September 2019

Jam 10.00 – 13.00 WIB

Tempat : DUNGUS FOREST PARK, Wungu, Kab. Madiun (Jika kapasitas tidak mencukupi, akan dipindahkan ke tempat yang lebih representative)

Biaya Pendaftaran :

AGUS AABI Rp 25.000,-

UMUM Rp 50.000,-

Fasilitas :

Snack, makan siang, peninjauan lokasi.

Catatan :

Panitia tdk menyediakan fasilitas transportasi dan akomodasi.

Informasi & Pendaftaran :

AGUS WAHYU PURNOMO

(GUS JAGUAR) WA : 085233585700

TTD

Bidang Daya EKOHA DAP AABI

Filosofi Silaturahmi

Awas!! Jangan Jadikan Silaturahmi

sebagai Ajang Ghibah

Apa yang kalian ketahui dengan Silaturahmi Kata ini memang tidak asing di telinga kita, sering sekali kita mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi apa kita telah melakukannya? Silaturahmi berasal dari dua suku kata, yakni shirah dan Ar-Rahim. Shirah artinya hubungan, dan Ar-Rahim (yang jamaknya arham) berarti kerabat. Menurut saya, silaturahmi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, sekelompok orang atau lebih yang dilakukan dengan bertatap muka di suatu tempat yang di sengaja atau di rencanakan sebelumnya, kegiatan seperti ini bertujuan untuk menjalin suatu hubungan yang lebih akrab dan erat. Selain itu juga, silaturahmi dapat menjalin hubungan yang selama ini terputus antar kerabat atau saudara yang telah lama tidak bertemu menjadi suatu hubungan yang lebih dekat lagi dari sebelumnya, dengan kata lain silaturahmi dapat memperbaiki hubungan seseorang (kerabat) yang buruk atau jauh mejadi hubungan yang lebih dekat dan baik lagi.

Tahukah kalian, bahwa silaturahmi memiliki banyak sekali manfaat bagi diri kita, apa saja manfaat tersebut?

1. Rezeki yang di luaskan oleh Allah SWT

2. Dipanjangkan umurnya

3. Terciptanya kerukunan dalam berkeluarga

4. Khusnul khatimah

5. Sebagai kunci masuk syurga

Berikut penjelasan yang di kuatkan dengan hadist-hadist yang berkaitan dengan silaturahmi :

“Barang siapa yang ingin di luaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan (melakukan) silaturahmi”. (HR. Muslim)

“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk , maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi”. (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

“Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian”. (HR. Imam Tirmidzi)

“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi”. (HR. Imam Muslim)

MasyaAllah bukan? Manfaat silaturahmi bukan hanya dirasakan saat kita masih hidup, akan tetapi dapat kita rasakan pula ketika kita sudah tidak bernyawa lagi. Akan tetapi, kegiatan ini rentan sekali dengan dosa yang tercipta pada saat kita melakukan silaturahmi. Kegiatan berkumpulnya dua orang atau lebih, sekelompok orang atau lebih ini rentan akan perbuatan ghibah. Ghibah (menggosip) adalah kegiatan dua orang atau lebih yang didalamnya terjadi pembicaraan atau kegiatan yang tidak baik, salah satu contohnya adalah membicarakan keburukan orang lain. Bahkan lebih parahnya lagi apabila apa yang mereka ghibahkan tidak ada pada orang yang di ghibahi. Naudzubillahimindzaliq..

“Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (maha penerima taubat) lagi Rahim (maha menyampaikan rahmat)”. (QS Al-Hujurat : 12)

Dengan dalil diatas, masihkan kalian akan melakukan ghibah? Tidaklah kalian jijik apabila memakan daging saudaramu yang telah mati? Mungkin tanpa kita sadari, ghibah juga akan muncul ketika kita sedang berbicara tanpa kita sadari sebelumnya. Maka hati-hari dengan lisan (ucapan) kita yang terkadang dapat menyakiti diri kita sendiri kelak. Yaps seperti pepetah mengatakan “Mulutmu Harimaumu”.

Agar terhindar dari ghibah, sebaiknya silaturahmi diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menarik dan positif, seperti pengajian bersama, tausiyah (ceramah agama), dan jangan lupa juga untuk saling mengingatkan dalam melakukan sesuatu hal yang tidak baik.

Alhamdulillah..... semoga apa yang telah saya tulis bisa bermanfaat, mohon maaf apabila dalam tulisan ini banyak sekali kekurangan bahkan jauh dari kata sempurna JJ

@Blogger @sitiliayuliana

Serunya AABI Jadetabek Silaturahmi Ke Banten & Koptis

AGUS.OR.ID. Kamis, 7 Maret 2019 di mana Hari Libur Nasional dan sebagian agus meluangkan waktu bersama keluarga tercinta, tetapi tidak bagi Kami ( Agus-agus ), justru pada hari libur nasional itu dimanfaatkan untuk silahturahmi ke sesama Agus.

NPerjalanan di mulai ke Anyer – Banten, ke Kediaman Wakil Sekjen AABI Kang Agus Hallim, di tengah gelapnya malam dan rasa kantuk yg melanda kami, tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk menyambung silahturahmi, kami berangkat menuju anyer tepat jam 00:00 dari Jakarta.

Setiba di Anyer, Alhamdulillah rasa cape n kantuk hilang seketika manakala Kang Agus Hallim menyambut kami dengan ramah dan senyumnya yang khas tampak di wajahnya, ini yang kami salut dengan beliau, di tengah kesibukan beliau yang super padat masih berkenan menerima kedatangan kami yang berkunjung tepat saat menjelang adzan subuh berkumandang.

Oh yah…sekilas mengenai Kedai Kopi Harum Manis, kedai ini sangat cocok buat di jadikan tempat kumpul santai, dengan lokasi strategis yang terjangkau dengan fasilitas publik tepatnya seberang Halte Busway Puribeta Ciledug,Ruko Puribeta I. Lot 1 No. 20, di Kedai ini tersedia macam2 Kopi misal Es Kopi Vietnam, serta kudapan ringan seperti Roti Bakar, Singkong goreng keju juga tersedia disini,dengan rasa yang nikmat dan harga terjangkau, kami merekomendasikan Kedai Kopi Harum Manis buat kumpul silahturahmi, Ayo Agus-agus yang ada di wilayah Jadetabek atau lagi berkunjung ke Jadetabek tepatnya Daerah Ciledug, Kedai ini wajib di kunjungi.

Turut hadir dalam perjalanan ke Anyer, Kang Gus Jun ( DAP ), Kang Gus Wid ( DAP ), Kang M. Agus ( Ketua DAD Jadetabek ), Kang Gus Mar ( Humas DAD Jadetabek ), Kang Gus Sety ( Bendahara DAD Jadetabek ), Kang Gus Rian ( Humas DAC Tangerang Raya) serta Kang Gus Riyadin ( Wakil Ketua DAD Jadetabek ) .

Acara Kumpul di Kedai Harum Manis Puribeta – Ciledug turut serta Kang Gus Jun ( DAP ), Kang Gus Wid ( DAP ), Kang M. Agus ( Ketua DAD Jadetabek ), Kang Gus Mar ( Humas DAD Jadetabek ), Kang Gus Sety ( Bendahara DAD Jadetabek ), Kang Gus Rian ( Humas DAC Tangerang Raya) serta Kang Gus Riyadin ( Wakil Ketua DAD Jadetabek ). Kang Gus Santo ( Kedai Harum Manis/DAC Tangerang Raya ), Kang Gus Santoso ( Ketua DAC Tangerang Raya ), Kang Gus Kurniawan ( DAD Jadetabek ), Kang Gus Muda ( Gus Priyanto/DAC Tangerang Raya ) dan Kang Gus Sofyan ( DAC Tangerang Raya ).

Semoga dengan perjalanan kami dan pertemuan ini, akan semakin menguatkan sinergitas antar Pengurus maupun Anggota. Salam Brotherhood in Harmony.

Jakarta, 12 Maret 2019 Humas DAD Jadetabek (Gus Mar)

Wisata puncak Sidapang & Mertjusuar Anyer Kidoel

Harta Vs Saudara

AGUS.OR.ID.  Lebih penting manakah harta atau saudara? Tanpa kita sadari, dalam kehidupan kita diajarkan untuk mendapatkan harta yang melimpah. Dengan harta yang melimpah, strata sosial kita dipandang konglomerat dan terhormat.

Tapi apakah benar harta adalah tingkatan strata sosial manusia ? Menurut saya sebagai penulis yang tinggal di sudut kota Tulungagung, dengan masyarakat yang mayoritas sebagai petani:

Harta dapat diperoleh darimana saja, dengan cara baik ataupun cara buruk. Dari bertani, berdagang, karyawan, dan pegawai negeri sipil, ada juga sebagai penjudi, mungkin juga bisa sebagai pencuri, dan sebagainya.

Setiap kita mencari harta mengumpulkan pundi pundi kemewahan, kita juga belajar mengerti setiap proses tahapan sekaligus attitude dan include didalamnya.

Dalam bersosial masyarakat untuk mendapatkan saudara juga seperti itu. Kita bisa mendapatkan saudara dimana saja dan kapan saja dengan cara tak terduga, ataupun cara buruk dan baik.

Bahkan kita bisa mendapatkan itu dengan cukup mudah. Namun saudara yang sesungguhnya sulit dan perlu proses untuk menujukkan kualitas yang sebenarnya. Beberapa fase ujian terjadi untuk menunjukkan kualitas saudara yang sebenarnya. Terkadang saudara akan runtuh hanya soal hitung-hitungan harta yang mungkin tidak seberapa.

Strata harta yang melimpah bukan jaminan mendapatkan saudara yang akan selalu tunduk dan patuh terhadap kita. Sebaliknya, saudara yang banyak bukan jaminan mendapatkan harta yang melimpah.

Karena hidup ini proses tak terasa dari sebuah kata yang familiar di masyarakat, dari semua lapisan strata ekonomi dan pendidikan dari berbagai suku dan agama, kami terbentuk dalam komunitas nama Agus yang akhirnya menjadi Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI).

Besar harapan dan semoga AABI bisa menjadi jembatan atau konektor, bahkan menjadi indikator bagaimana kita manusia mendapatkan barokah harta dan barokah saudara. Aving namastu (menjawab semua tantangan hanya dengan kebesaran jiwa dan hati).

Penulis:

Gus Jenggot Tulungagung