Perjalanan Menuju Kota \\\"Sang Fajar\\\"
Kisah Gus Beken

By gushall 23 Des 2017, 09:52:48 WIB Tokoh
Perjalanan Menuju Kota \\\"Sang Fajar\\\"

Keterangan Gambar : Gus Beken dan Aguser AABI



Perjalanan Gus Beken Menuju Kota "Sang Fajar" 

AGUS. OR. ID. Blitar, 10 Desember 2017, "Bermimpilah setinggi Langit. Jika engkau jatuh, maka engkau akan jatuh diantara Bintang-Bintang" (Ir. Soekarno) 

Two Day Trip.
Sedikit cerita perjalanan dlm Acara Pengukuhan DAD & DAC Se- JATIM. Blitar 9-10 Desember 2017. Gak perlu panjang karena sy tdk bermaksud menyita waktu Sampean, singkat yg penting terbaca secara utuh sampai akhir. Kita akan bertemu.Perencanaan yg sdh jauh2 hari, bersemangat sekali seperti ada api yg menyala dlm sanubari. Tiap kali ada KOPDAR, godaan selalu ada, yg pertama tentu jadwal kerja. Begitu ditetapkan jadwal acara, buru2 aku lingkari kalender di tempat kerja : 9-10 Desember aku OFF, *titik*. Hadangan pertama sdh lolos, selanjutnya ijin dr pihak rumah. Kali ini siasat terbaik nampaknya adalah *"ajak semua anggota keluarga"*, aku jadikan sebagai sarana rekreasi keluarga, silaturahmi keluarga mirip kebiasaanku di waktu Lebaran Idul Fitri. Nyonya Agus tertarik. Kebetulan Dia blm pernah ke makam *"Putra Sang Fajar"*, Presiden RI Pertama.

Hadangan selanjutnya soal transportasi, Berangkat dgn 1 istri, 3 anak, tentunya persiapan jauh lebih ribet. Kalau brgkat Minggu pagi...jelas gak keburu, apalagi kali ini hrs pakai dua motor, dan Istri tergolong "pengendara pemula", tentunya saya hrs mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan diperjalanan. *"Sluman-slumun-slamet"*, biar pelan asal selamat. Malang - Blitar Kec. Singosari (Kab. Mlg)- Kec. Blimbing (Kota Mlg) - Kec. Lowok waru (Kota Mlg) - Kec. Dinoyo (Kota Mlg)- kec Dau (Kab. Mlg)  - Kota Wisata BATU - Kec. Pujon (Kab. Mlg) - Kec Ngantang (Kab. Mlg) - Kec. Wlingi (Kab. Blitar) - Kec. Talun (Kab. Blitar) - Kec. Nglegok (Kab. Blitar). Rute yg panjang..dan berkelok, menuju Ngantang,
Kami lewati celah antara  pegunungan Anjasmoro dgn Gunung Panderman. Menuju Wlingi, kami lewati ngarai antara Gunung Kelud dan G. Kawi.  Hijau dimata, adem dihati, riang di pikiran. Jalur pegunungan selalu menyajikan tanjakan, dimana ada tanjakan setelahnya pasti ada turunan, itulah hukum alam. Dimana ada kesulitan, pasti ada kemudahan. Dimana ada persoalan- pasti ada jawaban. Saya teringat lagi kata2 Sang Proklamator, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." Bila kalimat ini di umpamakan dlm komunitas kita, sungguh nyata adanya.


Pendiri AABI, Dulur2 senior kita, Alhamdulillah org nya masih ada. Mudah2an bisa kasih koreksi bila saya salah. Saya tdk meragukan beratnya perjuangan Beliau2. Mulai dgn mengumpulkan org2 yg sepemikiran, sefaham dan satu langkah satu tujuan. Dari dua, tiga, empat, dan seterusnya. Rutin hadir di Car Free Day, utk mencari anggota bermodal seadanya..ini pun sepertinya terjadi juga di tiap pengembangan DAD & DAC. Satu hal yg pasti adalah modal diri,  bukan kita menjual diri, namun *kehadiran* adalah yg utama. Mungkin kl komunitas Sepeda onthel/motor/mobil, yg dilihat adalah objeknya, bisa jadi satu org punya dua/tiga atau bahkan bisa lebih dan bisa dibawa semua barang tersebut. Tapi dlm komunitas kita, mungkinkah kita masing2 punya duplikat ? Bisakah kita menggandakan diri ? "Cling" "Agus Beken" jadi 3 sosok nyata di acara kopdar !.Tidak bisa Saudara !! "Apalah artinya deretan nama, bila hanya sekedar nama"

"Kami hanyalah tulang-tulang berserakan" kata Chairil Anwar.
Intinya, tiap kali berkumpulnya Agus-Agus, yg dihitung, dilihat, adalah Orangnya, Subyeknya ; perpaduan antara jiwa & raga seorg Agus. Mana bisa kita titip nama utk isi daftar hadir di buku tamu ! Disinilah beratnya menjadi "Perintis", "Pendiri",  "Finding Father", "Proklamator". Dibutuhkan pengorbanan waktu, konsentrasi, dana, jual ini-itu, ijin kerja/ambil cuti, mengorbankan kepentingan keluarga, "darah" /keringat dan air mata. sepakat ya !? Jiwa besar Bung Karno, tergambar di kalimat beliau. Berdasar kalimat Beliau maka, perjuangan kita2 generasi penerus, akan lebih sulit lagi. Karena yg kita hadapi adalah "Agus2" itu sendiri. Maknanya adalah : Tantangan di depan AABI, adalah gejolak yg ada diantara kita. Bibit2 perpecahan seyokyanya di minimalisir. Harmonisasi yg menjadi semboyan, harus dikedepankan.

Kembali ke perjalanan menuju Blitar. Saya pegang satu sepeda ????, istri pegang satu sepada ????, masing-masing bawa anak di boncengan. Agus Lestari Tahu Telor pakai satu sepeda ???? beserta istri dan satu anak. Jadi total 3 sepeda.D alam  bahasanya temanku yg anak motor RX KING : *Tiga Raja Delapan nyawa* (yg dihitung motornya duluan) Kalau pakai bahasa saya :"2 Agus, 6 hati" ( Dua yg benar2 "AGUS", 6 orang terdekat di hati  "AGUS" , total 8 Orang, # manusia saja yg disebut) Sempat terpisah di tengah perjalanan, Alhamdulillah Allah menyatukan kami lagi di desa terakhir seblm melewati hutan, tepatnya di sebuah masjid. Selepas Ishak perjalanan di lanjutkan. Suara binatang malam setia menemani. Sesuatu yg sulit kami temui di kota. Mungkin kl jangkrik masih ada di rmh2 penghoby burung, namun utk suara yg lebih keras ... *Ngeeeekk- eenngggeeeeekkk- enggggeeekkk...* dari sejenis kumbang ????, khas sekali, benar2 hanya ada di pinggiran hutan. Atau desa pinggiran. Setahuku namanya *"engkes"*, gak tahu lagi kl di tempat Sampean...

Perjalanan yg sungguh melelahkan, ini adalah perjalanan bermotor terjauh bagi Nyonya Agus. "Sungguh indah, jalur Ngantang - Wlingi ini, sangat jarang pengendara luar kota yg melintas jalur dlm himpitan dua gunung ini. Padahal ini bukan jalur tengkorak !. Entah kenapa..? Hijaunya hamparan permadani hijau dr  Perkebunan PTPN 12, ada perkebunan Teh Sirah Kencong di Lereng G. Kawi, ada juga perkebunan kopi di Lereng G. Kelud, ada wisata telaga Rambut Monte yg asri, pematang sawah, rimbunnya hutan bambu, berlimpah juga batu2 sebesar Gajah Lampung, ( ???? ikon kota dari Saudari Srikandi AABI : *"Yuli Agustina Lolia"*) Bagi warga kota, batu2 di tengah sungai adalah sesuatu yg asyik di mata, iyah kan ? Apalagi kl ada *Bidadari cangkruk*,  pas banget buat bahan lukisan. Kabut yg mulai turun dr lereng bukit, tipis berarak bagai sapuan bedak di pipi yg memerah dr Srikandi AABI. (Siapakah Srikandi itu..? ) KEINDAHAN itu semua bakal terlihat bila perjalanan masih ditemani sang surya. Apa mau dikata, hanya bayang gelap yg kami rasakan.. krn jam sdh menunjukkan pukul 19:30, Informasi awal, waktu tempuh hanya 2,5 jam perjalanan santai.

Aku lihat di wajah Nyonya Agus, ada guratan tdk beraturan, ini pertanda bercampurnya rasa lelah, letih, lesu, akibat *jalan yg seakan tidak berujung*, mirip org kena *PHP*. ????.
Tugas Agus-lah utk menularkan rasa optimisme, ketabahan, daya juang yg tiada henti. Alhamdulillah saya tadi, dlm gelapnya malam masih dpt cerahnya  *"Matahari dr Utara"*, memang sih..  hanya sebaris - dua baris kata di WA, namun mampu memberi warna, mampu menghapus goresan lelah dlm perjalanan ini. (Perlu aku tulis di sini gak yaa..?????) "perlu.. perlu Ndan", bisik sang mentari..Dianyah : "Sudah sampai mana ?"Aku : "Ini masih di tengah perjalanan, emang posisimu dimana ?"Dianyah : "Di HP mu !"Aku : "Sdh di Blitar ?" Dianyah : "Ntar kabari yaa... Kl sdh di Blitar !"Aku : "Males, kl gak ada yg kangen !"(Setengah dongkol, krn gak jawab pertayaanku). Tapi biarlah...aku hanya bisa ber-Do'a Semoga kita semua, Agus2 dari mana saja yg dlm perjalan ke Blitar diberi keselamatan, kelancaran, kemudahan, dan selalu dlm  kesehatan yg prima. amiin."Asa" yg trs terjaga utk bertemu Dianyah, inilah yg selalu membakar dapur pacu semangatku.

Kembali aku terbayang kata2 mutiara dr seseorg yg terlahir di tgl 06 Juni 1901, dan wafat tgl 21 Juni 1970 :"Laki2 & perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung, jika dua sayap sama kuatnya maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yg setinggi-tingginya. Jika patah satu daripada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali."
Maknanya dlm AABI adalah ; "Srikandi" adalah salah satu dr sayap itu. Kita semua wajib menjaga harmonisasi ini, mulai skrg kita tanamkan kesungguhan utk tdk menyakiti, meskipun itu hanya berupa kata2. Saya tdk bisa membayangkacn dunia tanpa wanita. AABI tanpa Srikandi pastilah hampa & sepi. "Kalian pasti setuju !"

Singkat cerita (supaya gak panjang2) Jam 20;40 kami tiba di rmh tujuan, Desa Selorejo, Kec. Nglegok, Kab. Blitar. Njenengan bisa mbayangkan sendiri, +/- 5 jam perjalanan, padahal awalnya perkiraan hanya 2,5 jam..????????
Alhamdulillah Nyonya Agus dan Anak2 segera bisa istirahat dgn nyenyak. Sedangkan Aku & Agus Lestari Tahu Telor, berencana melihat *"TKP"* di Pendopo Kabupaten, +/- 15 menit ???? ke arah kota. Sesuai janjiku tadi, buru2 aku buka HP utk melaporkan posisiku, baik laporan di grup, maupun laporan secara japri pada beberapa nomer. Diantaranya  seperti ini : Beken : "Lapor, posisi sdh di Blitar. Alhamdulillah" Dianyah : Mohon maaf, *"Tidak bisa hadir" Karena.....(panjang X lebar)... Beken : ???????????? (Hanya bisa bengong, jantung seakan libur kerja, diam tanpa detak utk beberapa detik. Lesu, karena *"Sebagian semangatku ada di sana" Namun apa hrs dikata, aku hrs tersadar, Agus hrs kuat menghadapi segala kenyataan. Beken : "Tolong jgn di share di grup, biar tdk berpengaruh pada yg lain, kl sdh hr Minggu siang gak apa2." ( "Karena aku tahu, Dianyah adalah Srikandi- Penyemangat bagi banyak org" ). Dan kalian pasti setuju atas pendapatku ini.

Hari blm juga berganti. "Kapan kelarnya nich ?"Apa mesti dikelarin yaa ? ???? OK. Tetap semangat, *"Menulis tetap lebih berat daripada membaca"*. Jadi... tetaplah membaca..???????????? Mungkin krn rasa yg kuat ingin bertemu Dulur2 AABI, rasa lelah, letih, penat, panasnya pantat, beratnya kelopak mata, bengkoknya punggung, nyerinya persendian, kami hiraukan semua, malam ini juga, aku meluncur ke TKP. Setelah melewati pos penjagaan, dr tempat parkir sepeda sdh terlihat hitam2, seragam kebesaran Agus2, langkah2 demi langkah kami berdua mendekat, makin jelas siapa2 mereka, ada Rombongan DAC GERBANG; Mama Ina, Babe, Bu Lur... dkk, Ada rombongan dr Bandung ; Bohay, dkk, Ada Agus2 Lokal sebagai panitia ; Ketua Panitia Yth Agus Kates, Jai, Kadir, Agusty, Agus... dst. Sambutan yg ramah dr mereka semua membuat siapapun yg hadir bakal merasa nyaman, seakan rmh sendiri.Tdk tanggung2 hidangan yg tersedia; Satu Dos besar Onde2 *asli* Jombang. Satu karung rambutan segar asli juga dr Blitar beserta semut hitam beriringnya, mirip alis para Srikandi AABI. ????????.

Ditambah hidangan kelas berat, nasi bebek rica2  yg pedasnya minta ampun (yg pasti dianyah suka..! Ahaha). *Semua dari Agus untuk Agus*. Sungguh luar biasa.
Malam semakin larut, tapi suasana makin gayeng, Lemparan sebutir rambutan mengenai tanganku. Aku cuek aja.. masih asyik ngobrol sama Agus di sebelahku, namun karena ada timpukan ke-dua, baru aku sadar, ini pasti kesengaja-an. *"Ach siapa sih iseng lempar2 ?"* ???? Benar saja, *"Agus emang gitu !"* Dr jarak lima meter terlihat berdiri sosok menyeramkan, rambut gondrong (utk ukuran Pejabat), badan gempal, pandangan PD banget, gaya bicara *Bersemangat* !!????????????..Senyum ????khas org Blitar, siapa lagi klo bukan ... Cak AGUS SAMPURNO. Dari kabar yg saya dengar, beberapa "Agus" lagi segera merapat. Benar juga tdk beberapa lama terlihat mobil mendekat, dan turun Seorang Agus berperawakan Tinggi besar, gagah berwibawa, selalu didampingi Nyonya Agus yg setia dgn  senyum simpulnya. Satu hal lagi, sifat *"nyemanak"* (membuat org lain merasa akrab) Siapakah Beliau..... ? Yth, Bpk. "Agus Ganteng", Ketua II AABI, dari kota Wonogiri - JATENG. Setelah bersantai sejenak, ramah tamah dgn yg ada, kami hrs mengakhiri "pemanasan" pertemuan ini. Biar bsk bisa lebih fres, kita sepakat membubarkan barisa, dgn terlebih dulu bagi2 tugas. Saling bertanya "Tidur di mana ?" Utk memastikan bahwa semua Agus bisa beristirahat dgn nyaman. Ada yg di penginapan, ada yg di rmh warga, ada yg pulang, ada yg di rmh saudara, yg jelas pendopo tdk bisa ditiduri. ???? "Selamat mimpi indah, ketemu lagi esok hari."

Minggu 10 Desember 2017. Selepas Subuh kesibukan melanda. Maklum rombongan besar. Hal yg sama pasti juga dialami semua panitia. Sekitar jam 7 lebih kami menuju pendopo, tentunya pamit dulu pada tuan rmh yg menampung kami. Karena nantinya sdh langsung pulang dgn rute yg lain.
Sungguh berkesan, sepedaku penuh sesak dgn barang bawaan. Dua kresek besar Hem & Kaos AABI, Satu kresek besar rambutan binjay, pemberian tuan rumah.. Bendera AABI kecil dgn tongkat kayu terikat di belakang sepeda, *berkibar* menandakan roda sepeda mulai bergerak. Beriringan tiga sepeda, melaju dgn bahagia. (Teringat pesan Dulur2 di WAG, *"Jangan lupa bahagia"* ) 15 menit kemudian terlihat sdh alon2 kota, tinggal memutar dan masuk gerbang penjagaan. 
Aura kebahagiaan terlihat jelas di wajah2 mereka yg hadir. Tak ada yg terlihat susah.. apapun cara mereka ke sini, apapun halang rintang yg menghadang... Yg penting kami sdh di lokasi. Inilah rindu yg terobati. Silaturahmi yg sesungguhnya. Kesempatan kali ini adalah momen pertama bagi Nyonya Agus dr DAC Malang Raya, mereka ada di tengah2 keluarga besar AABI, tentunya aku hrs memperkenalkan mereka pada Srikandi2 yg ada, hal ini penting supaya suasana akrab segera tercipta, nyaman segera dirasa. Merasa diterima itu harus. Biar tdk ada rasa canggung, kikuk, biar tdk ada dusta di antara kita. ????????
*"Agus* beserta Nyonya/ suami dan anak adalah keluarga besar AABI juga. ????????????????????

Dlm usia AABI yg makin bertambah (2 thn) bisa saya rasakan makin baik juga pelaksanaan kegiatan2nya.
Termasuk kali ini, donor darah terlaksana, sumbangan tali asih ke warga sekitar terlaksana juga, dari segi acara ; *mantab jiwa* "mars" AABI JAYA berkumandang dgn penuh gelora, ditunjang layar projektor, yg digawangi oleh Cak Agus Sampurno. Mantabnya MC Acara membawa nuansa baru dlm gelaran acara kali ini.. tentu *"Agus"* juga namanya. Prosesi pelantikan berjalan dgn khidmat, meskipun ada insiden "khas Agus", *"Setengah Lencang Depan Grak !!"* ???????? ( kl ada aba2 "setengah" , berarti lencang kanan ????) , kalo nggak gitu nggak rame!  Dan satu lagi, harus ada singkronisasi antara urutan  barisan dgn urutan tumpukan berkas/ map yg akan dipanggil maju. Tidak apa2, ini adalah bagian dr proses utk kebaikan kita semua. Satu poin lagi yg patut kita teladani, dan sdh bikin kita bangga, *Blitar, benar2 bisa menginspirasi banyak orang."* Seperti ada jiwa "Sang Penyambung Lidah Rakyat" dlm pidato sambutan Yth. Pak Ketua Umum AABI *H. Agus Saifullah. *Mantab, berisi, berwibawa, elegan dan sungguh bikin semua terkesan"* Sungguh langka padane. Siap utk panitia kedepan, "sepertinya perlu dikasih batasan waktu utk jatah berpidato" ... karena semua makin mantab dan lancar di atas podium) Persis seperti saya ini juga, *"jadi lupa cara mengakhiri sebuah cerita pendek"*..????????Padahal sdh berlembar-lembar. Setelah acara inti, selanjutnya acara santai, diisi makan2 sambil dihibur biduanita & suara emas sang MC, dan suara serak2 ngangeni dr Agus2 yg berani tampil, Joget sepur2an tak ketinggalan dr Dulur peserta yg hadir.Sesi foto tak kalah asyiknya : Ada foto per DAC, ada Foto bersama PEJABAT TERAS, ada foto keluarga kecil, ada foto campuran, ada foto bareng artis ????. ????.

*SERU BANGET* Blm lagi yg asyik ber- *VC*, dgn Dulur2 nun jauh di sana ..Acara penutup adalah City Tour. Ada istana Gebang ( rmh masa kecil Bung Karno), Ziarah makam BK, Kampung Coklat dll. 

SAYONARA..sampai berjumpa pula....????‍????????????????

Satu hari setelah acara Blitar, *Agus Supreng* (di WAG DAC Malang Raya) : "Banyak kejadian yg tdk direncanakan, janji Allah swt nyata saya rasakan. Di sana saya bertemu kawan yg tidak saya kenal, tidak saya bayangkan gimana nanti di Blitar. Jalan dan mengikuti waktu berjalan, ternyata rencanaku berbeda dgn Rencana Allah swt dan Akhirnya saya bisa merasakan Nikmatnya." Alhamdulillah Agus Beken Akhirnya ada juga yang nulis kesan2 mengikuti "KOPDAR", Dengan begitu semoga *makin menyemangati Dulur2 AABI Lainnya..* kmrn2, kalau hanya dari tulisanku pastilah ada keraguan di hati sampean, "Ohhh... ancen Beken Omong tok, "Nggombal", kampanye, awu2, propaganda, ada udang di balik peyek, nggedabrus, modus, dst !"

Semoga sekarang setelah membaca sendiri tulisan dr Dulur yg hadir secara langsung di BLITAR, bisa menambah keyakinan Njenengan2, bahwa "Rasa Kekeluarga-an, Rasa Kebersama-an, Rasa Persaudara-an, Rasa saling "memiliki", Rasa Se-nama, Rasa "Menyayangi" sebagai saudara, rasa ikatan bathin, dst ..., itu BENAR2 ADA "*

Trimakasih Sam Agus Supreng. 

Ketahui lah, itu masih pertemuan pertama Sampean, 
Pertemuan selanjutnya akan ada *Peningkatan level /  "energi" lagi* 
Sungguh ?
????????????????????????????????????




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Agus kadir 22 Jan 2018, 23:57:42 WIB

    Alhamdulillah saya bangga punya nama Agus walaupun saya lahir bukan di bulan Agustus melainkan bulan desember dan terima kasih buat kang Agus Beken saya mengenal AABI per tama kali dari kang agus beken melalui media sosial Facebook, semoga kita tetep menjalin persaudaraan selama nya Aamiin.....

View all comments

Write a comment


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Pillow indonesia

    wih kreatif, kalau boleh tanya, semisalkan saya tertarik, itu bantal karakter isinya apa ya? pakai ...

    View Article
  • Agus supriyanto

    Bagus buat ref liburan ini cak ...

    View Article
  • DianceAGUStianSasongko

    Salam Sungkem Saya Sekeluarga, Semoga Sejahtera Senantiasa Sehat Serta Sukses Selalu. ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video