Kabupaten Serang Menggelar MTQ di Anyer dan Cinangka

MTQ Tingkat Kabupaten Serang Ke 49 Tahun 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 22 Maret 2019, bertempat di beberapa lokasi baik masjid dan atau sekolah di wilayah Kecamatan Anyar dan Cinangka, Pembukaan MTQ akan dibuka oleh Bupati Serang di Hotel Marbella Convention Anyer, dimeriahkan oleh pagelaran Kesenian Tradisional dan juga dimeriahkan oleh Penampilan Veve Zulfikar, kegiatan ini digelar disamping juga persiapan dalam mengikuti kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Banten juga bertujuan untuk meningkatkan kembali kunjungan Wisata di Kabupaten Serang khususnya Pariwisata Anyar dan Cinangka yang menurun akibat Bencana Tsunami Selat Sunda 2018 kemarin. Segala upaya terus dilakukan baik oleh Pemerintah Daerah, Pengelola Hotel dan Pantai juga masyarakat dari berbagai elemen bahu membahu berkomitmen dalam meningkatkan kembali Pariwisata Anyar, dan Anyar sangat aman untuk dikunjungi.

Harapan kita bukan hanya objek wisata yang ramai kembali seperti sediakala, namun ada hal yang sangat penting, karena ditempat wisata itulah masyarakat dapat mencari rejeki dalam meningkatkan kehidupan ekonominya, sumber ekonomi tersebut hilang semenjak kejadian 2018 yang lalu, ini menjadi kewajiban semua pihak dalam menumbuhkan kembali keterpurukan yang dialami.

Semoga Pariwisata Anyar lebih baik lagi.

Koresponden : Gushall

anyerbangkit #anyerbisa #ayomainkeanyer #anyeraman #kabupatenserang #banten #seranggawe #serangjawara

TUMAN

TULUNGAGUNG. AGUS.OR.ID. “TUMAN”. Yah, kata yang akhir-akhir ini sering melenggang di beranda sosial media. Kata “TUMAN” muncul bersama beberapa gambar lucu dan kata kata sebagai ekspresi ungkapan hati atau ungkapan kekecewaan, bahkan sindiran. 

Kita sebagai pengguna media sosial kadang berfikir, apa sih kata “TUMAN” itu?

Dikalangan anggota AABI, khususnya yang mengerti bahasa Jawa mungkin tidak asing dan sering kita dengarkan percakapan menggunakan kata “TUMAN”.

Sebenarnya, apa sih arti dari kata “TUMAN”?

Arti Tuman menurut penulis sebagai orang Jawa asli, yang lahir 37 tahun silam di kota kecil Tulungagung, “TUMAN” artinya kulino atau kebiasaan.

Tuman, dituturi wong tuwek wani mbantah.”  Artinya “Kebiasan, kalau orang tua lagi kasih nasihat, berani  menjawab”.  Itulah salah satu contoh penggunaan kata “TUMAN”.

Penulis juga tidak tahu kapan dan oleh siapa pertama kali kata-kata “TUMAN” itu muncul dan viral dengan disertai gambar orang ditampar, serta bertuliskan kata kata luapan hati dan juga sindiran. Jadi kata “TUMAN” muncul dengan spontan, yang mulai hari ini menjadi jargon di sosmed, terutama facebook.

Koresponden: Gus Brewok Tulungagung

Pudak Mini Putri Japung Panganan Khas Gresik

GRESIK. AGUS.OR.ID. Agus Budiono atau biasa dipanggil Gus Nono mantan aktivis ketua buruh di Kabupaten Gresik, membuat tobosan baru. Sebelumnya masyarakat cuma membuat  makanan khas Gresik berupa pudak dari turun temurun, ditangan kang Nono menjadi pudak mini dan dengan bahan baku yang semula dari tepung beras dan sagu sekarang muncul produk baru dari bahan ketela, atau telo, orang Gresik bikang bolet.

Pudak buatan kang Nono sehat, tanpa bahan pengawet dan enak. Di buat dengan bahan bahan pilihan yang berkualitas. Sehingga membuat pudak putri japung (istilah : Japung diambil dari kata Jawa dan Lampung, orang jawa beristrikan seorang Lampung), atau pudak mini buatan kang Nono sanget beda dari yang lain.

Kami Pudak Mini Putri Japung, merupakan usaha makanan khas kabupaten Gresik, lokasi usaha kami berada di lingkungan perumahan yang mudah dijangkau masyarakat Gresik.  Harga makanan di tempat kami terjangkau. Silakan mampir dan kunjungi kami. Demikian disampaikan Gus Nomo kepada koresponden untuk agus.or.id.

Koresponden :

Agus Zamhari Gresik