Pakdhe Gus Pardoto, Agus yang ingin silaturahim dengan saudara Agus dari Sabang sampai Merauke

AGUS.OR.ID. Agus Supardoto, atau dikalangan saudara-saudaranya di AABI biasa dipanggil Pakdhe Gus Pardoto adalah seorang guru, lahir dan berdomisili di Sragen Jawa Tengah. Tak disangka, pria yang pada hari ini tanggal 26 Agustus 2017 tepat berusia 59 (lima puluh sembilan) tahun memiliki cita-cita yang sangat mulia.

Rencana besok kalo aku dah pensiun aku mau mengembara menjadi musafir, hehehe. Berkelana dari Sabang sampai Merauke menemui Agus Agus yg tergabung di AABI. Itu cita2 saya dan keinginan Saya, mudah-mudahan sampai pensiun aku masih sehat dan bisa melaksanakan keinginan itu ujar pakdhe pada redaksi.

Ketika ditanya alasannya, ya karena kebanggaan saya dengan AABI  yang begitu kompak, rasa persaudaraannya yang kental, menjunjung tinggi nilai-nilai silaturahmi, rasa sosial yang tinggi, dll. Semoga keinginan saya bisa menjadi motivasi kepada Agus Agus yang lain khusus nya yang tergabung dalam AABI. Aku pernah sendian dari Sragen ke Kebumen, Madiun, Wonosbo, Cirebon, Semarang dan Caruban. Saya sambangi kediaman Agus Agus ke alamatnya langsung, dan alhamdulillah sekarang aku tidak sendian lagi karena DAC Sragen telah berhasil terbentuk.

Rupanya pakdhe Gus Pardoto ini diam-diam juga menciptakan lagu buat AABI yang diberi judul AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA.

AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA (AABI)

Dari sini kita semua berbakti

Dari sini kita semua mengabdi

Kita berpartisipasi untuk membangun negri

Dengan membawa Visi dan Misi

Agus Agus Bersaudara Indonesia

Namamu kan kenang, kan ku genggam

Untuk bekal perjuangan menuju masa depan

Ke ikhlasan slalu tertanamkan

Bersatu tekad, penuh semangat

Menggapai cita, dengan berkarya…

Namaku Agus, namamu Agus

Semua Agus, kita saudara……

Agus Agus Bersaudara Indonesia  2x

Wah tinggal rekaman saja ini rupanya, dan menambah panjang daftar Agus AABI yang kreatif dalam berkarya.

Sebagai anggota AABI yang telah begitu lama bersama, beliau juga sangat menyayangkan adanya perpecahan di tubuh AABI di awal-awal kelahiran organisasi ini. Sebenarnya untuk apa terjadi perpecahan, tapi biarlah kalo memang ada yang menginginkan begitu, mungkin banyak Agus Agus yang ingin jadi pimpinan …hehe. Biarlah semua berjalan secara alamiah mana yg lebih solid dan terpercaya itu yg akan berkembang dan kedepan agar AABI ini benar-benar bisa wujudkan visi misinya.

Selamat ulang tahun pakdhe, semoga sehat selalu dan bisa mewujudkan cita-cita mulia untuk jalin silaturahim kepada saudara Agus Agus AABI dari Sabang sampai Merauke. (26/08/2017.GusNug)

Pakdhe Gus Pardoto, berdiri paling kiri bersama Gus Muli, Gus Ganteng, dan ketua umum AABI Gus Jam

Keakraban Koptis AABI DAD Jadetabek

AGUS.OR.ID. Miinggu, 17 November 2019 bertempat di Foodcourt PGC,Cililitan -Jakarta Timur , AABI DAD Jadetabek berkumpul untuk silahturahmi dan bertukar fikiran.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa isu,salah satu nya ialah mewacanakan pembentukan DAC Jakarta Selatan.

Sejumlah Agus hadir dalam koptis dimaksud yakni, Pengurus DAD Jadetabek seperti: Gus Salim Moras , Gus Muh , Gus Mar , Gus Sety , Gus Riyadin, Gus Yanti , Gus Mit , Gus Linah , Gus Gardha ,serta Anggota DAD Jadetabek yakni, Gus Bule , Gus Kom , Gus Joyo , Gus Budiman , Gus Kura , adapun perwakilan dari Pengurus DAP yakni Gus Yad.

Pertemuan berlangsung penuh keakraban dan hangat yang diakhiri dengan makan siang bersama.

Semoga AABI DAC Jaksel segera terbentuk kepengurusannya dan mampu bersinergi dengan DAC-DAC lain di bawah koordinasi DAD Jadetabek dan menjadikan AABI DAD Jadetabek makin kompak dan guyub.

agusyaAABI

Jakarta, November 2019
Kontributor,
Gus Riyadin

Sambel Bawang MANG AGUS, Nikmat & Berselera

Sambel Bawang MANG AGUSNikmat & berselera, terbuat dari bahan pilihan. Bawang PutihManfaat bawang putih banyak yang kita dapat rasakan untuk kehidupan sehari-hari. Bawang putih termasuk keluarga umbi-umbian. Bawang putih kerap kita kenal sebagai bumbu masakan dan sudah terkenal di berbagai belahan dunia. Yang membuat herbal ini populer adalah kemampuannya dalam mencegah kanker. 

Tapi sayang, terkadang aroma nya yang menyengat membuat tanaman tidak banyak dikonsumsi langsung, melainkan hanya sebagai bumbu, sehingga hanya dalam jumlah sedikit bawang putih kita konsumsi. Cabe RawitTahukah anda cabai rawit mempunyai beberapa manfaat bagi tubuh kita. Kandungan yang terdapat didalam cabai paling banyak adalah vitamin A sebesar 11.050 IU per 100 gram bahan.

Pada umumnya cabai rawit digunakan sebagai campuran berbagai macam bahan, misalnya untuk sambal ,sayur, aneka bumbu dapur, lalapan, gorengan, dan masih banyak lagi. Dari segi kesehatan cabai rawit bisa juga dijadikan obat.

Misalnya untuk meningkatkan nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, batuk berdahak, melegakan rasa hidung tersumbat, dan mereakan migraine.

Mang Agus mampu meracik perpaduan bawang putih dan cabe rawit serta tambahan gula pasir dan  garam yang pas menjadi sambal bawang Mang AGUSyang begitu berselera tanpa bahanan pengawet. 

Sambal bawang Mang AGUS ada beberpa varian rasa diantarnya : 1. Original2. Pete3. Cumi4. Jambal5.

Teri Harga Rp.  25.000,

-Berat : 200 gr / botol 

COCOK BUAT OLEH-OLEH Hubungi :R. MUCH AGUS RAMDHAN(Agus Dhani)+62 821-1874-2332

Sambel Bawang MANG AGUS Nikmat & berselera, terbuat dari bahan pilihan.

Kisah Sebuah Nama Agus

MALANG. AGUS.OR.ID. Siang itu Sabtu, tanggal 1 Juni 2019, saat lebaran kurang 4 hari, saya bersama keluarga melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil Taruna  2004. Kami memilih melewati jalur TOL sambil mencoba dan mengukur seberapa cepat sampai rumah dibanding jalur biasa yang bertahun-tahun kami lewati. Sekalian mencari tahu berapa banyak biaya TOL yang harus saya bayar.

Pada awalnya semua berjalan mulus dan normal. Mulai dari Karanglo sampai Jombang. Disinilah awal mula kisah ini. Mobil yang tadinya berjalan wajar- wajar saja,  tiba-tiba saat kecepatan diatas 100km/jam saya merasa ada sesuatu yang tidak beres.  Mobil berjalan seperti tersendat-sendat. Saya yang tidak tahu mesin berjalan saja, sampai akhirnya mobil betul-betul tidak bisa berjalan cepat.

Akhirnya kami putuskan melaju pelan-pelan. Sampai pintu TOL Caruban Madiun, kami putuskan untuk keluar dari jalan TOL agar bisa mencari Bengkel. Menggunakan aplikasi Google Maps kami mencoba berulang ulang mencari bengkel, tapi hasilnya tidak akurat. Bahkan sempat diarahkan ke bengkel motor relawan mudik dari Ahass.

Saat disitulah saya yang udah putus asa diarahkan oleh teknisi Honda Ahass untuk menghubungi Pak Agus. Bayangan saya ada teknisi keliling yang namanya Agus. Tapi ternyata teknisi tadi melihat saya memakai kaos Paguyuban AABI (Agus Agus Bersaudara Indonesia).

Akhirnya saya beranikan diri share kejadian dan keluhan ke grup whatsapp AABI Malang Raya. Responnya sangat luar biasa. Agus Beken sebagai Ketua AABI DAC Malang Raya langsung merespon,  dalam grup beliau menuliskan bahwa sebentar lagi akan ada yang telepon saya.

Ternyata betul,  beberapa menit kemudian ada seseorang yang telepon WA saya dan menanyakan posisi saya. Saya jawab di Pasar Burung Caruban. Beberapa saat kemudian datang orang berumur kisaran 49-an tahun, langsung menyapa “Gimana bos ?”  Karena sama-sama tidak tahu mesin, akhirnya dia mengarahkan saya ke bengkel terdekat yang memang tidak ada di Google Maps.

Disitu mobil di otak atik sama teknisi,  saya ngobrol sama Pak Agus yang ternyata bernama Agus Darmanto, anggota AABI DAC Madiun Raya. Beberapa menit selanjutnya ada WA masuk mengaku bernama Agus Widi menanyakan posisi saya. Datang lah seseorang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.

Ya, mereka datang dan membantu saya hanya karena namaku Agus, dan kebetulan sudah bergabung dalam AABI DAC Malang Raya.

Oh ya, satu lagi WA masuk dari Agus Bebek, mereka semua sama sama anggota AABI DAC Madiun Raya yang konon kabarnya sering kumpul bareng meski tidak resmi, tapi sering membuat kegiatan sosial. Misal bagi bagi Takjil Gratis selama Ramadhan,  dan rencananya ada Halal bihalal setelah Idul Fitri 1440 H/ 2019 M.


https://www.abwaba.com/

Itulah kisah saya,  hanya karena nama kami sama-sama AGUS,  kami saling bantu, tanpa tendensi apapun, bahkan kepada seseorang yang betul-betul tidak dikenal sebelumnya.

Penulis : Agus Tikno, aggota AABI DAC Malang Raya.

Gaungkan Silaturahim, Agus Kota Sampit Berkumpul

AGUS.OR.ID. Kota Sampit, Agus Agus Kota Sampit Berkumpul untuk melakukan pertemuan pada hari Sabtu 14 Maret 2020 bertempat di cafe brenzell, peserta yang hadir 10 orang nama agus, walaupun baru sedikit yang menghadiri, namun tetap semangat dengan menghasilkan point agenda sebagai berikut :

Segera akan dibentuk stuktur Kepengurusan AABI kota sampit

Rekruitmen sebnyak banyaknya nama agus di kota sampit / kalteng.

Rencana kegiatan sosial cek kesehatan gratis di cfd, pembagian sembako masy kurang mampu, pembagian takjil pada bulan ramadhan.

Demikian hasil kesepakatan yang telah di musyawarahkan oleh Agus Kota Sampit. Brotherhood In Harmony.

#agusyaAABI

Satu Hati Agus

Kami bukan hanya disatukan oleh nama yang sama, AGUS. Tetapi rasa, hati, sepahit sepenanggungan sering muncul begitu saja tanpa banyak cerita.

Bagi kami AGUS ibarat tubuh, manakala ada bagian tubuh yang lain sedang sakit, tertimpa musibah, senang gembira dan lain-lain, maka tubuh yang lain akan merasakan nya dengan tanpa kata, tapi dengan tindakan yang spontan kerap Agus akan melangkah.

#aabi100%
#jayalahaabikita 
#agusyaAABI

Emergency LED Lamp Kudus

Kini Telah Hadir….!!!!
Menerangi hari-hari kita

Lampu LED Emergency Masa kini dengan penampilan menarik, disamping menjadi pelengkap penerangan juga tidak memalukan untuk menjadi hiasan rumah kita.

Dengan model Lampu Teplok Classic Menggunakan Batteray memudahkan penggantian dayanya juga sangat irit.

Dengan harga yang sangat terjangkau.

Hanya Rp. 30. 000 / pcs

DAPATKAN SEGERA
Mumpung Harga Promo

Hubungi :
GUS JAIM; +6285640570058

Alamat :
Desa HONGGOSOCO RT 002 RW 004 KEC.JEKULO KAB.KUDUS

http://RIZKY PHONE Pule, Honggosoco, Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59382 0856-4057-0058 https://maps.app.goo.gl/HmBhk

Makna Puasa dan Idul Fitri

Makna Puasa

Bagi muslim yang diterima puasanya karena mampu menundukan hawa nafsu duniawi selama bulan Ramadhan dan mengoptimalkan ibadah dengan penuh keikhlasan, maka Idul Fitri adalah hari kemenangan sejati, dimana hari ini Allah Swt akan memberikan penghargaan teramat istimewa yang selalu dinanti-nanti oleh siapapun, termasuk para nabi dan orang-orang shaleh, yaitu ridha dan magfirahNya, sebagai ganjaran atas amal baik yang telah dilakukannya. Allah Swt juga pernah berjanji, tak satupun kaum muslimin yang berdoa pada hari raya Idul Fitri, kecuali akan dikabulkan.

Pertanyaannya, kira-kira puasa kita diterima apa tidak? Atau yang kita lakukan ini hanya ritual-simbolik, sebatas menahan lapar dan haus, seperti yang pernah disinyalir Nabi Muhamad Saw? Jawabnya, Allahu ‘alam, kita tak tahu sejatinya. Tapi menurut para ulama, ada beberapa indikasi, seseorang dianggap berhasil dalam menjalankan ibadah puasa: ketika kualitas kesalehan individu dan sosialnya meningkat. Ketika jiwanya makin dipenuhi hawa keimanan. Ketika hatinya sanggup berempati dan peka atas penderitaan dan musibah saudaranya di ujung sana. Artinya penghayatan mendalam atas Ramadhan akan membawa efek fantastik, individu, maupun sosial.

Penghayatan dan pengamalan yang baik terhadap bulan ini akan mendorong kita untuk kembali kepada fitrah sejati sebagai makhluk sosial, yang selain punya hak, juga punya kewajiban, individu dan sosial. Sudahkan kita merasakannya? Itulah rahasia kenapa selamat hari raya Idul Fitri seringkali diakhiri dengan ucapan Minal ‘Âidîn wal Faizîn (Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali pada fitrah sejati manusia dan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat). Selain sebagai doa dan harapan, ucapan ini juga bak pengingat, bahwa puncak prestasi tertinggi bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa paripurna, lahir dan bathin, adalah kembali kepada fitrahnya (suci tanpa dosa).

Bagi Perkumpulan Agus Agus Bersaudara Indonesia tentulah Ramadhan menjadi Bulan yang sangat indah, hal ini terbukti dengan banyaknya kegiatan-kegiatan yang kerap dilakukan setiap Tahunnya sepanjang bulan Ramadhan seperti; kajian keagamaan, dakwah, Bhakti sosial menyantuni anak yatim, membagikan takjil sampai Buka bersama anak yatim dan masyarakat yang kurang mampu, dengan segenap kemampuan anggota AABI bahu membahu menyisihkan sebagian rizkinya dengan sukarela danb ikhlas para Agus anggota AABI dengan senang dan riang gembira melaksanakan berbagai kegiatan tersebuta di berbagai daerahnya masing-masing, semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya bahwa kita menyadari bahwa berbagi kebahagiaan adalah misi utama bagi Perkumpulan AABI.

Makna Idul Fitri

Sejak Idul Fitri resmi jadi hari raya nasional umat Islam, tepatnya pada tahun II H. kita disunahkan untuk merayakannya sebagai ungkapan syukur atas kemenangan jihad akbar melawan nafsu duniawi selama Ramadhan. Tapi Islam tak menghendaki perayaan simbolik, bermewah-mewah. Apalagi sambil memaksakan diri. Islam menganjurkan perayaan ini dengan kontemplasi dan tafakur tentang perbuatan kita selama ini.

Syeikh Abdul Qadir al-Jailany dalam al-Gunyah-nya berpendapat, merayakan Idul Fitri tidak harus dengan baju baru, tapi jadikanlah Idul fitri ajang tasyakur, refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Alah Swt. Momen mengasah kepekaan sosial kita. Ada pemandangan paradoks, betapa disaat kita berbahagia ini, saudara-saudara kita di tempat-tempat lain masih banyak menangis menahan lapar. Bersyukurlah kita! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

Dikutip dari berbagai sumber

Penulis : Gus Hall

Ramadhan Mubarak, AABI DAD Jawa Timur Peduli dan Berbagi

SURABAYA. AGUS.OR.ID.  Ramadhan bulan penuh berkah, berbagai kegiatan ibadah intensitasnya semakin meningkat. Khas di bulan ramadhan, banyak elemen masyarakat mengisi bulan suci ini selain meningkatkan ibadah di masjid-masjid, berbagi takjil dan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa juga sangat marak.

Agus-Agus yang tergabung AABI DAD Jatim juga tidak ketinggalan. Dari laporan koresponden dan pantauan laman facebook terlihat aktifitas kegiatan dilakukan oleh DAC Madiun Raya, DAC Gresik, DAC Gerbangkertosusila, DAC Ponorogo, DAC Tulungagung dan DAC Malang Raya.

DAC Madiun Raya

Agus Susanto (Gus Anto), Wakil Ketua DAC Madiun Raya melaporkan acara berbagi takjil dan buka bersama DAC Madiun Raya dilakukan pada hari Minggu sore tanggal 19 Mei 2019 berjalan dengan lancar.

Mewakili Pengurus, Gus Anto mengucapkan terimakasih atas donasi yang diberikan oleh Aguser Madiun Raya. Acara bagi takjil yang disiapkan panitia sejumlah 500 bungkus ludes dalam waktu kurang dari 15 menit.

Kegiatan bagi takjil ini sempat membuat arus lalulintas disekitar alun alun Caruban dari dua arah sempat tersendat. Bagi takjil paling fenomena di Caruban karena di bagikan oleh komunitas nama Agus yang sungguh jarang terjadi di Caruban. Kigiatan ini biasanya dibagikan oleh para pendekar pencak silat, pelajar, mahasiswa dan komunitas lainnya.

Setelah bagi takjil, acara dilanjutkan dengan buka bersama “BUKBER” bertempat di Alun Alun Caruban dengan suasana harmony yang santai penuh dengan canda ria. Tidak lupa selfi sana sini yang mana suasana Alun Alun Caruban  memang bersahabat, langit cerah, juga pemandangan yang mengagumkan. Duduk diantara rerumputan sambil melihat lihat sekitar PUPEM Kab. Madiun. Kumandang adzan Maghrib menbuyarkan senda gurau sambil menikmati menu bukber yang disediakan oleh panitia.

Menu bukber yang disediakan ini special disiapkan, dimasak, disajikan oleh Gus Ragil dari Caruban yang sehari hari berdagang kuliner menu Penyetan PUTRA RAGIL CARUBAN yang berlokasi dijalan A. Yani Utara Polsek Mejayan dan disebelah barat Alun Alun Caruban.

Acara Bukber di lajutkan dengan musyawarah AABI DAC Madiun Raya membahas acara halal bihalal yang diputuskan akan dilangsungkan di rumah Gus ABC pada tanggal 16 Juni 2019 jam 10.00 WIB.

Kegiatan Bukber kali ini kedatangan tamu special Gus Dani dan Gus Yad dari DAP AABI, kunjungan tamu sekaligus terapi kesehatan dari Agus Danis (Gus Bekam) dari DAC Kediri Raya dan dilanjutkan bekam di rumah Gus Anto.

Acara terapi kesehatan di ikuti oleh Aguser Madiun Raya sampai jam 3 pagi waktu saur Caruban. Semoga acara Bagi Takjil, Bukber, Musyawarah dan terapi kesehatan ini mendapatkan barokah dari Alloh SWT. Salam Brotherhood in Harmony. Demikian disampaikan Gus Anto untuk agus.or.id.

DAC Kabupaten Gresik

Agus Zamhari (Gus Zam), Sekretaris DAC Kab. Gresik melaporkan acara berbagi takjil Ramdhan 1440H dan buka bersama DAC Kab. Gresik dilakukan pada hari Minggu sore tanggal 19 Mei 2019 berjalan dengan lancar.

Kegiatan ini masuk agenda kegiatan rutin tiap tahun selain kegiatan  Aksi Sosial Donor Darah yang diadakan tiap tiga bulan sekali. Semoga kegiatan ini nantinya bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan oleh para Pengurus DAC Kabupaten Gresik.

Kegiatan berbagi takjil tahun ini banyak peningkatan dibanding tahun 1439H kemarin. Partisipasi  dari anggota AABI Kebupaten Gresik sangat menggembirakan, terlebih banyaknya sumbangan berupa kurang lebih 1000 nasi bungkus/kotak.  Pasa saat pelaksanaanpun terus berdatangan spontanitas anggota. Selain itu juga terkumpul uang  tunai lebih kurang 1 juta rupiah untuk menambah kas dan masuk kedalam rekening AABI DAC Kebupaten Gresik.

Gus Zam juga melaporkan, pada bulan Syawal 1440H nanti Insyah Allah akan diadakan sHalal Bu Halal, orang Gresik bilang Syawalan. Kegiatan ini akan dilakukan 3 minggu setelah lebaran. Demikian disampaikan Gus Zam untuk agus.or.id.

DAC Gerbangkertosusila

Dirangkum dari berbagai laman Facebook dan postingan di Group WhatsApp Agus-Agus anggota DAC Gerbangkertosusila, kegiatan berbagi takjil Ramdhan 1440H dilakukan pada hari Minggu tanggal 19 Mei 2019 di Jalan Jenggolo (bawah flyover) Sidoarjo. Acara dilanjutkan dengan buka bersama. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar penuh harmony.

DAC Ponorogo

Kegiatan Salam Ramadhan 1440H AABI DAC Ponorogo kali ini mengambil tema “Bahagia dengan Berbagi. Berbagi Ceria bersama anak Yatim Piatu dan Dhuafa”.

Berbeda dengan kegiatan Salam Ramadhan 2 tahun sebelumnya, acara yang dilaksanakan hari Minggu tanggal 26 Mei 2019 ini sepenuhnya dipusatkan di alamat sekretariat Yayasan Al-Kahfi Jalan Bataro Katong 191 Ponorogo.

Konsep dasarnya adalah tidak sekedar eforia, spontan dan guyup diantara anggota AABI yang harmony, dan yang paling penting bagaimana dapat memberi manfaat kepada sesama. Keceriaan anak-anak Yatim Piatu dan Dhuafa, adalah kebahagiaan Agus-Agus DAC Ponorogo.

Acara dimulai tepat adzan Ashar berkumandang, sholat Ashar pun dilakukan berjamaah. Tak kenal maka tak sayang, maka baik dari AABI DAC Ponorogo dan Yayasan Al-Kahfi saling memperkenalkan diri dan saling memberikan informasi program kegiatan masing-masing. Sambutan DAC Ponorogo diwakili oleh Agus Heru Budiyono (Gus AH) selaku Sekretaris DAC, dan dari Al Kahfi sambutan diwakili oleh mas Taufik Hidayat.

Selanjutnya untuk anak-anak usia SMP dan SMA sebanyak 10 orang membentuk kelompok sendiri dan menerima pelatihan membuat kerajinan tangan berupa bros dari bahan manik-manik. Selain anak-anak Al Kahfi, perlatihan dengan instruktur Ibu Gus Nug ini juga di ikuti oleh beberapa Agustina dan bu Agus lainnya.

Tiba saatnya pada sesi game, kuiz, dan motivasi, keceriaan anak-anak pun pecah. Semua bergembira dan spontan berani tanpa ragu tampil kedepan mengikuti games dan kuiz yang sudah dipersiapkan panitia. Games dipandu secara bergantian oleh Gus Nug, Gus Criping, dan Gus Dhani. Souvenir berupa kotak tempat makan dan berbagai mainan yang menarik lainnya sebagai hadiah menambah kebahagian anak-anak.

Sebelum acara buka bersama, AABI DAC Ponorogo memberikan donasi kepada Yayasan dan santunan uang tunai dalam amplop berlogo AABI yang diterima langsung oleh 43 orang anak yang hadir. Untuk anak-anak yang berhalangan, 17 amplop santunan di berikan dan dititipkan kepada pengurus yayasan. Untuk Yayasan Al-Kahfi diberikan juga paket buku berserta alat tulis, serta beras dari salah satu Agus DAC Madiun Raya.

Anggota AABI yang hadir ikut larut dalam kegembiraan dan berkesempatan memberikan secara langsung kepada anak-anak berupa souvenir dan santunan.

Kepada perwakilan DAP AABI yang hadir, Gus Yad  (Humas) dan Gus Dhani (bidang organisasi) diberikan kenang-kenangan berupa satu set pakaian “Panadon”, pakaian khas Ponorogo dan cincin berbatu akik.

Mewakili DAC Ponorogo, Kenang-kenangan diberikan oleh Agus Prasetyo Mei (Gus Pecel), sedangkan Agus Miswanto (Gus Criping) membantu memberikan uraian penjelasan makna di balik pakaian Panadon tersebut.

Acara di Al Kahfi ditutup dengan sholat maghrib berjamaah dan bersalam-salaman.

Setelah Sholat Taraweh berjamaah di masjid terdekat, Agus-Agus kembali berkumpul di Rumah Makan Lavender Chinese Food milik Agus Setiawan (Gus Lavender). Sendau gurau sambil menikmati berbagai makanan dan minuman, dilanjutkan dengan acara Bekam dan Bio Electric oleh Agus Danis dari Nganjuk sampai dengan pukul 01.00 WIB (Gus Nug).

DAC Tulungagung

Semangat untuk berbagi antar sesama dan membantu warga yang susah sepertinya terus menjadi tren group medsos dan komunitas di Tulungagung.  Tak mau ketinggalan berbagi di bulan Ramadan 1440H, Sabtu 26 Mei 2019 AABI DAC Tulungagung menggelar bagi-bagi takjil, bertempat di jalan Ki Mangun Sarkoro tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.

Puluhan Aguser Tulungagung membagikan 500 bingkisan. Keakraban anggota dan rasa persaudaran yang kuat mendasari terselenggaranya bagi takjil tahun ini. Sekitar 30 anggota aguser DAC Tulungagung iuran seiklasnya untuk membeli bingkisan yang di bagikan.

Antusias dan keceriaan pengguna jalan yang menerima takjil tampak begitu senang, baik pengendara roda dua dan roda empat tanpa dibedakan menerima paket takjil satu persatu.

“Senang, saya dapat tiga bungkus paket ini untuk saya (sopir) dan dua kuli saya,” kata Mastur warga Trenggalek yang sedang melintas pulang kerja

Sementara, Husna (27) juga tampak riang dan bahkan berhenti untuk meminta foto shelfie dengan komunitas Agus Agus di Tulungagung. “Alhamdulillah, senang tapi boleh ya minta shelfie dulu. Ini anak saya juga minta di foto, mau saya kirim ke suami saya di seberang,” pungkasnya.

Keseruan ini tidak cukup di jalanan setelah giat bagi takjil, Aguser DAC Tulungagung lanjut keceriaan buka puasa bersama di tepian sungai Ngowo, atau orang Tulungagung menyebutnya Pinka. Pinggir kali. Secangkir kopi sejuta inpirasi berjuta saudara. Demikian disampaikan Gus Brewok untuk agus.or.id

DAC Malang Raya

Tidak mau ketinggalan dengan saudara lainya, Agus Beken, Ketua DAC Malang Raya melaporkan kegiatan Ramdhan 1440H dilaksanakan pada hari Senin tanggal1 3 Juni 2019 dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa.

Kebahagiann jelas terpancar dari Aguser Malang Raya ketika meyerahkan santunan kepada yang berhak menerima.

Demikian laporan dari koresponden diberbagai DAC di Jawa Timur tentang aktivitas kegiatan Aguser Jawa Timur dalam mengisi bulan suci. Tentu hal ini selaras dengan salah satu misi AABI, yaitu “Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan sesama manusia hingga tercipta sesuatu yang bermanfaat bagi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya”.

Jayalah AABI Kita. Brotherhood In Harmony

#agusyaAABI

Berkah Di Hari Lahir Pancasila Bagi AABI Garut

AGUS.OR.ID. Garut 1 Juni 2019, Momen Hari Lahir Pancasila rupanya sangat dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, apalagi momen tersebut bertepatan dengan Bulan yang Agung bagi ummat Islam Sedunia, yakni Bulan Suci Ramadhan 1440 H. Momen tersebut dimanfaatkan dengan kegiatan-kegiatan yang baik terutama bagi Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Garut dengan melaksanakan Silaturrahim dan bagi bagi Takjil Buka Puasa bagi masyarakat umum.

Seakan tak mau ketinggalan dari AABI wilayah lain, AABI Garut mengambil kegiatan ini bertempat di salah satu kediaman Anggota AABI yakni kediaman H. Agus Herbal berlokasi di Cihuni Kecamatan Pengantikan Garut Jabar. Dengan dibantu anggota yang lain, AABI Garut membagikan takjil sekaligus melaksanakan kegiatan Buka bersama sebagai bagian dari program bidang soskemas AABI dalam kegiatan bulan Ramadhan Tahun ini, dengan harapan kegiatan ini juga menjadi motivasi dan keberkahan bagi anggota dan masyarakat pada umumnya, demikian diungkapkan oleh H.Agus Herbal selaku inisiator kegiatan.

Setelah melaksanakan bagi-bagi takjil dilanjutkan dengan buka bersama dan sekaligus membahas hal-hal yang baik bagi AABI Garut kedepannya ungkap Augusto asgar, sesepuh AABI Garut. Semoga kegiatan berbagi juga tidak hanya di lakukan pada bulan Ramadhan saja, tetapi kegiatan sacam ini diharapkan menjadi kegiatan rutin bagi perkumpulan di waktu uang lain, seperti santunan anak yatim terutama dan Masyarakat yang berkemampuan kurang yang biasa dilakukan oleh perkumpulan AABI selama ini (red)

Kontributor : Augusto Asgar