AGUS RIYONO

AGUS RIYONO (Cak GUB)

Ketua DAD AABI Jawa Timur

Untuk Aguser Jawa Timur, siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini, Agus Riyono atau biasa dipanggil Cak Gub / Cak No.  Kenal cak Gub awal tahun 2016 di group WA AABI Jawa Timur, dan baru bertatap muka pertama kali di arena Munaslub AABI bulan Desember 2016 di Jakarta.

Militansi dan konsistensi untuk AABI dari ayah seorang putri yang juga ada unsur nama Agus-nya ini tak perlu diragukan lagi. Saat kondisi AABI Jatim goncang dan berada di titik nadir paling bawah pasca perpecahan yang terjadi di tubuh AABI, sosok inilah yang berada dibarisan terdepan untuk terus menjaga eksistensi AABI, khususnya Jawa Timur.

Sosok ini berani mengambil tanggung jawab saat didaulat menjadi ketua DAD Jawa Timur di Kopdar JKA Jember yang juga terselenggara atas kerja kerasnya. Hadir langsung dalam kopdar pertama Agus Jatim di Malang (2016), Raker AABI di Jogja (2016), Munaslub AABI di Jakarta (2016, dan Mukernas 1 AABI di Cirebon Februari 2017 adalah sebagian bukti loyalitas pria yang terkenal tegas ini. Kopdar-kopdar di Jawa Timur lainnya tidak pernah luput dari kehadiran ketua DAD AABI Jatim ini.

Dia adalah sosok yang baik, tegas, tanpa basa basi, kata saudara Aguser lain yang selama ini sangat dekat dengan cak Gub, yakni Agus Sairi dan Agus Abioso. Dibalik ketegasannya, sosok ini tidak segan-segan meminta pendapat dan mau mendengarkan masukan dan saran-saran saudara Agus lainnya.

Mungkin bagi sebagian Agus yang kebetulan hadir di Munaslub AABI awal 2017 di Jakarta akan ingat guyonan “rombongan Jatim tujuan ke MUNAS, kesasar ke MONAS”. Cerita yang sebenarnya adalah ini wujud konsistensi pemenuhan janji dari cak Gub. Jauh sebelumnya, Munaslub memang direncanakan akan diselenggarakan di sekitaran Monas, dan dalam perjalanan mengajak aguser Jatim cak Gub pernah berjanji akan antar langsung ke Monas. Janji itupun jadi prioritas untuk ditunaikan begitu sampai Jakarta setelah melakukan perjalanan darat yang sangat panjang, dari ujung timur pulau jawa (Banyuwangi) menuju ibukota Jakarta.

Salut dan salam hormat buat cak Gub, semoga selalu diberikan kesehatan yang baik, rizki yang barokah, dan terus dapat menjadi penyemangat bagi Agus lainnya.

Penulis : Gus Nug

Cak Gub bersama Ketua Umum AABI, Gus Jam

Agus Sukaryono Militan dan AABI Sejati Dari Nganjuk

NGANJUK.  AGUS.OR.ID.  Ini dia sosok militan dan AABI sejati yang berhasil melaksanakan misi AABI untuk melestarikan nama Agus untuk generasi medatang, Agus Sukaryono. Pria yang bisa di panggil Gus Sukar atau Gus Sulit ini mantap ketika putra keduanya yang lahir pada tanggal 24 Maret 2017 diberi nama “ARYA AGUS TA AGTADYO”.

Selamat kepada Keluarga mas Agus Sukaryono, semoga ananda Agus Junior dapat menambah kebahagian keluarga, menjadi putra yang dapat di banggakan, tumbuh sehat dalam lindungan Allah SWT, serta bermanfaat bagi agama dan bangsa Indonesia.

Aguser yang lain berani ikuti jejak mas Gus Sukar ini?

(gusnug).

Agus Sukaryono bersama Agus Junior ARYA AGUS TA AGTADYO

Pakdhe Gus Pardoto, Agus yang ingin silaturahim dengan saudara Agus dari Sabang sampai Merauke

AGUS.OR.ID. Agus Supardoto, atau dikalangan saudara-saudaranya di AABI biasa dipanggil Pakdhe Gus Pardoto adalah seorang guru, lahir dan berdomisili di Sragen Jawa Tengah. Tak disangka, pria yang pada hari ini tanggal 26 Agustus 2017 tepat berusia 59 (lima puluh sembilan) tahun memiliki cita-cita yang sangat mulia.

Rencana besok kalo aku dah pensiun aku mau mengembara menjadi musafir, hehehe. Berkelana dari Sabang sampai Merauke menemui Agus Agus yg tergabung di AABI. Itu cita2 saya dan keinginan Saya, mudah-mudahan sampai pensiun aku masih sehat dan bisa melaksanakan keinginan itu ujar pakdhe pada redaksi.

Ketika ditanya alasannya, ya karena kebanggaan saya dengan AABI  yang begitu kompak, rasa persaudaraannya yang kental, menjunjung tinggi nilai-nilai silaturahmi, rasa sosial yang tinggi, dll. Semoga keinginan saya bisa menjadi motivasi kepada Agus Agus yang lain khusus nya yang tergabung dalam AABI. Aku pernah sendian dari Sragen ke Kebumen, Madiun, Wonosbo, Cirebon, Semarang dan Caruban. Saya sambangi kediaman Agus Agus ke alamatnya langsung, dan alhamdulillah sekarang aku tidak sendian lagi karena DAC Sragen telah berhasil terbentuk.

Rupanya pakdhe Gus Pardoto ini diam-diam juga menciptakan lagu buat AABI yang diberi judul AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA.

AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA (AABI)

Dari sini kita semua berbakti

Dari sini kita semua mengabdi

Kita berpartisipasi untuk membangun negri

Dengan membawa Visi dan Misi

Agus Agus Bersaudara Indonesia

Namamu kan kenang, kan ku genggam

Untuk bekal perjuangan menuju masa depan

Ke ikhlasan slalu tertanamkan

Bersatu tekad, penuh semangat

Menggapai cita, dengan berkarya…

Namaku Agus, namamu Agus

Semua Agus, kita saudara……

Agus Agus Bersaudara Indonesia  2x

Wah tinggal rekaman saja ini rupanya, dan menambah panjang daftar Agus AABI yang kreatif dalam berkarya.

Sebagai anggota AABI yang telah begitu lama bersama, beliau juga sangat menyayangkan adanya perpecahan di tubuh AABI di awal-awal kelahiran organisasi ini. Sebenarnya untuk apa terjadi perpecahan, tapi biarlah kalo memang ada yang menginginkan begitu, mungkin banyak Agus Agus yang ingin jadi pimpinan …hehe. Biarlah semua berjalan secara alamiah mana yg lebih solid dan terpercaya itu yg akan berkembang dan kedepan agar AABI ini benar-benar bisa wujudkan visi misinya.

Selamat ulang tahun pakdhe, semoga sehat selalu dan bisa mewujudkan cita-cita mulia untuk jalin silaturahim kepada saudara Agus Agus AABI dari Sabang sampai Merauke. (26/08/2017.GusNug)

Pakdhe Gus Pardoto, berdiri paling kiri bersama Gus Muli, Gus Ganteng, dan ketua umum AABI Gus Jam

Kisah Sebuah Nama Agus

MALANG. AGUS.OR.ID. Siang itu Sabtu, tanggal 1 Juni 2019, saat lebaran kurang 4 hari, saya bersama keluarga melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil Taruna  2004. Kami memilih melewati jalur TOL sambil mencoba dan mengukur seberapa cepat sampai rumah dibanding jalur biasa yang bertahun-tahun kami lewati. Sekalian mencari tahu berapa banyak biaya TOL yang harus saya bayar.

Pada awalnya semua berjalan mulus dan normal. Mulai dari Karanglo sampai Jombang. Disinilah awal mula kisah ini. Mobil yang tadinya berjalan wajar- wajar saja,  tiba-tiba saat kecepatan diatas 100km/jam saya merasa ada sesuatu yang tidak beres.  Mobil berjalan seperti tersendat-sendat. Saya yang tidak tahu mesin berjalan saja, sampai akhirnya mobil betul-betul tidak bisa berjalan cepat.

Akhirnya kami putuskan melaju pelan-pelan. Sampai pintu TOL Caruban Madiun, kami putuskan untuk keluar dari jalan TOL agar bisa mencari Bengkel. Menggunakan aplikasi Google Maps kami mencoba berulang ulang mencari bengkel, tapi hasilnya tidak akurat. Bahkan sempat diarahkan ke bengkel motor relawan mudik dari Ahass.

Saat disitulah saya yang udah putus asa diarahkan oleh teknisi Honda Ahass untuk menghubungi Pak Agus. Bayangan saya ada teknisi keliling yang namanya Agus. Tapi ternyata teknisi tadi melihat saya memakai kaos Paguyuban AABI (Agus Agus Bersaudara Indonesia).

Akhirnya saya beranikan diri share kejadian dan keluhan ke grup whatsapp AABI Malang Raya. Responnya sangat luar biasa. Agus Beken sebagai Ketua AABI DAC Malang Raya langsung merespon,  dalam grup beliau menuliskan bahwa sebentar lagi akan ada yang telepon saya.

Ternyata betul,  beberapa menit kemudian ada seseorang yang telepon WA saya dan menanyakan posisi saya. Saya jawab di Pasar Burung Caruban. Beberapa saat kemudian datang orang berumur kisaran 49-an tahun, langsung menyapa “Gimana bos ?”  Karena sama-sama tidak tahu mesin, akhirnya dia mengarahkan saya ke bengkel terdekat yang memang tidak ada di Google Maps.

Disitu mobil di otak atik sama teknisi,  saya ngobrol sama Pak Agus yang ternyata bernama Agus Darmanto, anggota AABI DAC Madiun Raya. Beberapa menit selanjutnya ada WA masuk mengaku bernama Agus Widi menanyakan posisi saya. Datang lah seseorang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.

Ya, mereka datang dan membantu saya hanya karena namaku Agus, dan kebetulan sudah bergabung dalam AABI DAC Malang Raya.

Oh ya, satu lagi WA masuk dari Agus Bebek, mereka semua sama sama anggota AABI DAC Madiun Raya yang konon kabarnya sering kumpul bareng meski tidak resmi, tapi sering membuat kegiatan sosial. Misal bagi bagi Takjil Gratis selama Ramadhan,  dan rencananya ada Halal bihalal setelah Idul Fitri 1440 H/ 2019 M.


https://www.abwaba.com/

Itulah kisah saya,  hanya karena nama kami sama-sama AGUS,  kami saling bantu, tanpa tendensi apapun, bahkan kepada seseorang yang betul-betul tidak dikenal sebelumnya.

Penulis : Agus Tikno, aggota AABI DAC Malang Raya.

Satu Hati Agus

Kami bukan hanya disatukan oleh nama yang sama, AGUS. Tetapi rasa, hati, sepahit sepenanggungan sering muncul begitu saja tanpa banyak cerita.

Bagi kami AGUS ibarat tubuh, manakala ada bagian tubuh yang lain sedang sakit, tertimpa musibah, senang gembira dan lain-lain, maka tubuh yang lain akan merasakan nya dengan tanpa kata, tapi dengan tindakan yang spontan kerap Agus akan melangkah.

#aabi100%
#jayalahaabikita 
#agusyaAABI

Ramadhan Mubarak, AABI DAD Jawa Timur Peduli dan Berbagi

SURABAYA. AGUS.OR.ID.  Ramadhan bulan penuh berkah, berbagai kegiatan ibadah intensitasnya semakin meningkat. Khas di bulan ramadhan, banyak elemen masyarakat mengisi bulan suci ini selain meningkatkan ibadah di masjid-masjid, berbagi takjil dan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa juga sangat marak.

Agus-Agus yang tergabung AABI DAD Jatim juga tidak ketinggalan. Dari laporan koresponden dan pantauan laman facebook terlihat aktifitas kegiatan dilakukan oleh DAC Madiun Raya, DAC Gresik, DAC Gerbangkertosusila, DAC Ponorogo, DAC Tulungagung dan DAC Malang Raya.

DAC Madiun Raya

Agus Susanto (Gus Anto), Wakil Ketua DAC Madiun Raya melaporkan acara berbagi takjil dan buka bersama DAC Madiun Raya dilakukan pada hari Minggu sore tanggal 19 Mei 2019 berjalan dengan lancar.

Mewakili Pengurus, Gus Anto mengucapkan terimakasih atas donasi yang diberikan oleh Aguser Madiun Raya. Acara bagi takjil yang disiapkan panitia sejumlah 500 bungkus ludes dalam waktu kurang dari 15 menit.

Kegiatan bagi takjil ini sempat membuat arus lalulintas disekitar alun alun Caruban dari dua arah sempat tersendat. Bagi takjil paling fenomena di Caruban karena di bagikan oleh komunitas nama Agus yang sungguh jarang terjadi di Caruban. Kigiatan ini biasanya dibagikan oleh para pendekar pencak silat, pelajar, mahasiswa dan komunitas lainnya.

Setelah bagi takjil, acara dilanjutkan dengan buka bersama “BUKBER” bertempat di Alun Alun Caruban dengan suasana harmony yang santai penuh dengan canda ria. Tidak lupa selfi sana sini yang mana suasana Alun Alun Caruban  memang bersahabat, langit cerah, juga pemandangan yang mengagumkan. Duduk diantara rerumputan sambil melihat lihat sekitar PUPEM Kab. Madiun. Kumandang adzan Maghrib menbuyarkan senda gurau sambil menikmati menu bukber yang disediakan oleh panitia.

Menu bukber yang disediakan ini special disiapkan, dimasak, disajikan oleh Gus Ragil dari Caruban yang sehari hari berdagang kuliner menu Penyetan PUTRA RAGIL CARUBAN yang berlokasi dijalan A. Yani Utara Polsek Mejayan dan disebelah barat Alun Alun Caruban.

Acara Bukber di lajutkan dengan musyawarah AABI DAC Madiun Raya membahas acara halal bihalal yang diputuskan akan dilangsungkan di rumah Gus ABC pada tanggal 16 Juni 2019 jam 10.00 WIB.

Kegiatan Bukber kali ini kedatangan tamu special Gus Dani dan Gus Yad dari DAP AABI, kunjungan tamu sekaligus terapi kesehatan dari Agus Danis (Gus Bekam) dari DAC Kediri Raya dan dilanjutkan bekam di rumah Gus Anto.

Acara terapi kesehatan di ikuti oleh Aguser Madiun Raya sampai jam 3 pagi waktu saur Caruban. Semoga acara Bagi Takjil, Bukber, Musyawarah dan terapi kesehatan ini mendapatkan barokah dari Alloh SWT. Salam Brotherhood in Harmony. Demikian disampaikan Gus Anto untuk agus.or.id.

DAC Kabupaten Gresik

Agus Zamhari (Gus Zam), Sekretaris DAC Kab. Gresik melaporkan acara berbagi takjil Ramdhan 1440H dan buka bersama DAC Kab. Gresik dilakukan pada hari Minggu sore tanggal 19 Mei 2019 berjalan dengan lancar.

Kegiatan ini masuk agenda kegiatan rutin tiap tahun selain kegiatan  Aksi Sosial Donor Darah yang diadakan tiap tiga bulan sekali. Semoga kegiatan ini nantinya bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan oleh para Pengurus DAC Kabupaten Gresik.

Kegiatan berbagi takjil tahun ini banyak peningkatan dibanding tahun 1439H kemarin. Partisipasi  dari anggota AABI Kebupaten Gresik sangat menggembirakan, terlebih banyaknya sumbangan berupa kurang lebih 1000 nasi bungkus/kotak.  Pasa saat pelaksanaanpun terus berdatangan spontanitas anggota. Selain itu juga terkumpul uang  tunai lebih kurang 1 juta rupiah untuk menambah kas dan masuk kedalam rekening AABI DAC Kebupaten Gresik.

Gus Zam juga melaporkan, pada bulan Syawal 1440H nanti Insyah Allah akan diadakan sHalal Bu Halal, orang Gresik bilang Syawalan. Kegiatan ini akan dilakukan 3 minggu setelah lebaran. Demikian disampaikan Gus Zam untuk agus.or.id.

DAC Gerbangkertosusila

Dirangkum dari berbagai laman Facebook dan postingan di Group WhatsApp Agus-Agus anggota DAC Gerbangkertosusila, kegiatan berbagi takjil Ramdhan 1440H dilakukan pada hari Minggu tanggal 19 Mei 2019 di Jalan Jenggolo (bawah flyover) Sidoarjo. Acara dilanjutkan dengan buka bersama. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar penuh harmony.

DAC Ponorogo

Kegiatan Salam Ramadhan 1440H AABI DAC Ponorogo kali ini mengambil tema “Bahagia dengan Berbagi. Berbagi Ceria bersama anak Yatim Piatu dan Dhuafa”.

Berbeda dengan kegiatan Salam Ramadhan 2 tahun sebelumnya, acara yang dilaksanakan hari Minggu tanggal 26 Mei 2019 ini sepenuhnya dipusatkan di alamat sekretariat Yayasan Al-Kahfi Jalan Bataro Katong 191 Ponorogo.

Konsep dasarnya adalah tidak sekedar eforia, spontan dan guyup diantara anggota AABI yang harmony, dan yang paling penting bagaimana dapat memberi manfaat kepada sesama. Keceriaan anak-anak Yatim Piatu dan Dhuafa, adalah kebahagiaan Agus-Agus DAC Ponorogo.

Acara dimulai tepat adzan Ashar berkumandang, sholat Ashar pun dilakukan berjamaah. Tak kenal maka tak sayang, maka baik dari AABI DAC Ponorogo dan Yayasan Al-Kahfi saling memperkenalkan diri dan saling memberikan informasi program kegiatan masing-masing. Sambutan DAC Ponorogo diwakili oleh Agus Heru Budiyono (Gus AH) selaku Sekretaris DAC, dan dari Al Kahfi sambutan diwakili oleh mas Taufik Hidayat.

Selanjutnya untuk anak-anak usia SMP dan SMA sebanyak 10 orang membentuk kelompok sendiri dan menerima pelatihan membuat kerajinan tangan berupa bros dari bahan manik-manik. Selain anak-anak Al Kahfi, perlatihan dengan instruktur Ibu Gus Nug ini juga di ikuti oleh beberapa Agustina dan bu Agus lainnya.

Tiba saatnya pada sesi game, kuiz, dan motivasi, keceriaan anak-anak pun pecah. Semua bergembira dan spontan berani tanpa ragu tampil kedepan mengikuti games dan kuiz yang sudah dipersiapkan panitia. Games dipandu secara bergantian oleh Gus Nug, Gus Criping, dan Gus Dhani. Souvenir berupa kotak tempat makan dan berbagai mainan yang menarik lainnya sebagai hadiah menambah kebahagian anak-anak.

Sebelum acara buka bersama, AABI DAC Ponorogo memberikan donasi kepada Yayasan dan santunan uang tunai dalam amplop berlogo AABI yang diterima langsung oleh 43 orang anak yang hadir. Untuk anak-anak yang berhalangan, 17 amplop santunan di berikan dan dititipkan kepada pengurus yayasan. Untuk Yayasan Al-Kahfi diberikan juga paket buku berserta alat tulis, serta beras dari salah satu Agus DAC Madiun Raya.

Anggota AABI yang hadir ikut larut dalam kegembiraan dan berkesempatan memberikan secara langsung kepada anak-anak berupa souvenir dan santunan.

Kepada perwakilan DAP AABI yang hadir, Gus Yad  (Humas) dan Gus Dhani (bidang organisasi) diberikan kenang-kenangan berupa satu set pakaian “Panadon”, pakaian khas Ponorogo dan cincin berbatu akik.

Mewakili DAC Ponorogo, Kenang-kenangan diberikan oleh Agus Prasetyo Mei (Gus Pecel), sedangkan Agus Miswanto (Gus Criping) membantu memberikan uraian penjelasan makna di balik pakaian Panadon tersebut.

Acara di Al Kahfi ditutup dengan sholat maghrib berjamaah dan bersalam-salaman.

Setelah Sholat Taraweh berjamaah di masjid terdekat, Agus-Agus kembali berkumpul di Rumah Makan Lavender Chinese Food milik Agus Setiawan (Gus Lavender). Sendau gurau sambil menikmati berbagai makanan dan minuman, dilanjutkan dengan acara Bekam dan Bio Electric oleh Agus Danis dari Nganjuk sampai dengan pukul 01.00 WIB (Gus Nug).

DAC Tulungagung

Semangat untuk berbagi antar sesama dan membantu warga yang susah sepertinya terus menjadi tren group medsos dan komunitas di Tulungagung.  Tak mau ketinggalan berbagi di bulan Ramadan 1440H, Sabtu 26 Mei 2019 AABI DAC Tulungagung menggelar bagi-bagi takjil, bertempat di jalan Ki Mangun Sarkoro tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.

Puluhan Aguser Tulungagung membagikan 500 bingkisan. Keakraban anggota dan rasa persaudaran yang kuat mendasari terselenggaranya bagi takjil tahun ini. Sekitar 30 anggota aguser DAC Tulungagung iuran seiklasnya untuk membeli bingkisan yang di bagikan.

Antusias dan keceriaan pengguna jalan yang menerima takjil tampak begitu senang, baik pengendara roda dua dan roda empat tanpa dibedakan menerima paket takjil satu persatu.

“Senang, saya dapat tiga bungkus paket ini untuk saya (sopir) dan dua kuli saya,” kata Mastur warga Trenggalek yang sedang melintas pulang kerja

Sementara, Husna (27) juga tampak riang dan bahkan berhenti untuk meminta foto shelfie dengan komunitas Agus Agus di Tulungagung. “Alhamdulillah, senang tapi boleh ya minta shelfie dulu. Ini anak saya juga minta di foto, mau saya kirim ke suami saya di seberang,” pungkasnya.

Keseruan ini tidak cukup di jalanan setelah giat bagi takjil, Aguser DAC Tulungagung lanjut keceriaan buka puasa bersama di tepian sungai Ngowo, atau orang Tulungagung menyebutnya Pinka. Pinggir kali. Secangkir kopi sejuta inpirasi berjuta saudara. Demikian disampaikan Gus Brewok untuk agus.or.id

DAC Malang Raya

Tidak mau ketinggalan dengan saudara lainya, Agus Beken, Ketua DAC Malang Raya melaporkan kegiatan Ramdhan 1440H dilaksanakan pada hari Senin tanggal1 3 Juni 2019 dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa.

Kebahagiann jelas terpancar dari Aguser Malang Raya ketika meyerahkan santunan kepada yang berhak menerima.

Demikian laporan dari koresponden diberbagai DAC di Jawa Timur tentang aktivitas kegiatan Aguser Jawa Timur dalam mengisi bulan suci. Tentu hal ini selaras dengan salah satu misi AABI, yaitu “Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan sesama manusia hingga tercipta sesuatu yang bermanfaat bagi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya”.

Jayalah AABI Kita. Brotherhood In Harmony

#agusyaAABI

AABI DAC Tulungagung Bedah Rumah Lintas Komunitas Dan Warga

BLITAR. AGUS.OR.ID. Minggu, 28 April 2019 bertempat di desa Ponggok, kecamatan Ponggok, kabupaten Blitar berkumpul puluhan  pemuda berwajah “sangar” membawa senjata tajam dan tumpul. Entah apa yang ada dalam pikiran pemuda tersebut sehingga mengundang beberapa warga sekitar berduyun duyun ikut mendekat dan mencari tahu apa yang akan dilakukan disebuah pekarangan kecil. Terlihat jelas di situ ada bangunan dari anyaman bambu yang hampir roboh dan dihuni seorang nenek yang sudah lanjut usia, tanpa sanak saudara yang menemani.

Bangunan itu sebagai pelindung dari teriknya matahari dan dinginnya angin malam, serta berteduh dari guyuran hujan. Semenjak dibangun sampai sekarang belum pernah diperbaiki.

Melihat kondisi bangunan seperti ini, kami anggota AABI DAC Tulungagung dan beberapa komunitas peduli sosial membuat agenda untuk merenovasi rumah yang hampir roboh itu.

Pagi itu, tanpa menunggu instruksi, puluhan pemuda yang sudah berkumpul langsung memindahkan nenek penghuni rumah dan berbagai barang berharga ke tempat yang aman dan nyaman.


mbah Tuminen

Ya, mbah Tuminen warga desa Ponggok RT 6 RW 2, kecamatan Ponggok, kabupaten Blitar hidup seorang diri di rumah bambu yang hampir roboh. Untuk satu minggu kedepan, sementara waktu mbah Tuminem akan menginap di tetangga sebelah rumah yang berbaik hati memberikan tempat berteduh selama proses rumahnya dibedah.

Kolaborasi lintas komunitas peduli sosial dan warga memperbaiki rumah mbah Tuminem yang direncanakan selama satu minggu kedepan. Semoga tidak ada kendala dan rintangan. Atas izin Tuhan Yang Maha Esa, semoga segera terselesaikan dan  terwujud. 

Kegiatan sosial ini dilakukan untuk meringankan beban mbah Tuminem. Di usianya yang sudah lanjut  hidup sebatang kara  tanpa sanak saudara. Kegiatan bedah rumah AABI DAC Tulungagung dan lintas komunitas serta warga ini menghabiskan dana sekitar sepuluh juta rupiah. Anggaran dana bersumber dari relawan dan donator, serta hamba Tuhan yang tidak mau dipublikasikan.

“Semoga para dermawan dan donatur, serta relawan yang meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan hartanya mendapatkan balasan riski yang barokah dan melimpah. Amin.”  

Demikian disampaikan Gus Brewok Tulungagung untuk agus.or.id.

Diantara Sang Waktu


(Refleksi Akhir Tahun)

AGUS.OR.ID. Wahai sang malam, aku melihat banyak sekawanan orang melintas, dalam kesunyian yang menghimpit pikiranku telah dikejutkan oleh dentuman sorak sorai kegembiraan.

Bunyi itu serasa menggangguku, tapi aku tertawa sendiri melihat tingkah kegirangan sekumpulan orang, dengan riuhnya bergembira ria menyambut sang fajar.

Mungkinkan itu pertanda kebahagian mereka, atau sebaliknya….
Atau jangan-jangan diantara tawa girangnya terbesit rasa kekecewaan yang mendalam, sampai-sampai meluap diantaranya.

Suara itu terus mengulang di telingaku, sehingga membangkitkan rasa hatiku untuk bertafakur, berdo’a kepada sang pemilik hati ini, semoga apa yang mereka rasakan saat ini juga dirasakan oleh orang-orang yang sedang mengalami cobaan, dengan cara yang berbeda tentunya.

Semakin lama semakin menjadi-jadi suara itu…wahai sang malam…. Apakah ini satu pertanda baik atau buruk? Ah…mungkin hanya pikiranku saja, semoga saja demikian.

Dalam duduki ini hanya bisa terdiam, aku merefresh kembali apa yg telah aku lakukan setahun yang lalu, atau seumur hidupku di dunia, apakah semua itu dapat menjadikan aku lebih baik di masa yang akan datang atau tidak, dan apakah ini juga dialami oleh orang-orang itu? Wallahu alam, semoga apa yang aku pikirkan saat ini menjadi buah manis bagiku, bagi mereka dan bagi orang-orang yang senantiasa bersyukur. Aamin ya rabbal’alamin.

__Gushall__

Agus Jamhur, Sang Komandan yang Murah Senyum

CIMAHI. AGUS.OR.ID.  Banyak yang tidak percaya kalau sang komandan ini adalah kakek dari Yasmin Nacita Alula. Iya gak percaya, wong keliatan masih muda, energik, dan penampilan kayak cover boy gitu. Ketika ditanya umurnyapun beliau agak ragu menjawab. Ternyata bukan takut ketahuan sudah tidak muda lagi, tapi emang sepertinya ragu dengan tahun kelahirannya sendiri. Yang jelas lahir tanggal 15 Januari, makanya ada yang bilang Agus prematur, lahir sebelum bulan Agustus seperti Agus lain pada umumnya.

Nama yang diberikan orang tua adalah Agus Saefullah, namun di kalangan AABI lebih sering dipanggil Gus Jam, yang rupanya singakatan dari Agus Jamhur. Ketika ditanya apa arti “Jamhur” atau kenapa di panggil Agus Jamhur, beliau sepontan ketawa ngakak. Beliau bilang, “jangan ah. Itu masa lalu, sisi gelap masa di SMA. Saat itu sedang mencari identitas diri. Duh, sepertinya ada kisah khusus sampai gak mau diceritakan. Mana ada sisi gelap kehidupan yang terus dikenang. Ya sudahlah, pokoknya sekarang nama keren beliau adalah Agus Jamhur.

Suami dari wanita cantik asli Cimahi yang bernama Lisnani, ayah dari 3 orang anak yang semuanya sudah beranjak dewasa ini, terbilang sukses sebagai pengusaha bidang konstuksi, alat kesehatan, batu bara, dan air bersih. Sebagian usaha sudah diserahkan pengelolaannya kepada anak dan istri.

Gus Jam bersama Gus Mul

Agus Jamhur pertama kali dipertemukan dengan Agus Mulyadi, salah seorang pendiri AABI dari Sukabumi, yang biasa dipanggil Gus Mul. Bertemu Gus Mul dan diperkenalkan untuk pertama kalinya dengan Agus Agus Bersaudara Indonesia Oktober 2015, saat itu AABI belum berbadan hukum seperti sekarang ini. Baru ada Agus Mulyadi, Agus Nuryanto, Agus Roche, Agus Mahfudin, dan Agus Raka.  “Saya paling bungsu yang ternyata lebih tua umurnya,” ujar Gus Jam.

Bukan suatu kebetulan, karena memang segala sesuatunya sudah ada yang Maha Pengatur. Gus Jam punya waktu yang cukup luang untuk jadi nahkoda perkumpulan Agus Agus Bersaudara Indonesia.  Awal bergabung diminta menjadi koordinator untuk wilayah Jawa Barat, kemudian ditunjuk menjadi ketua DAD Jawa Barat.

Motivasi bergabung di AABI yang utama adalah persaudaraan dan silaturahmi. “Kalau bisnis, saya udah terlalu lama bergelut. Apalagi bisnis saya udah dipegang sama anak-anak dan istri. Saya ingin santai, rilex, tenang, dan yang utama ingin jalan-jalan ke sana kemari. Alhamdulillah ada AABI, jadi saya bisa jalan ke sana kemari dan lebih bermanfaat. Semakin banyak saudara semakin banyak bersilaturahmi,” ujar Gus Jam dengan terus mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Waktu terus berjalan. Banyak kopdar di berbagai daerah yang diikuti. Komitmen brotherhood in harmony yang begitu tinggi, pada akhirnya mengantarkan Agus Jamhur sebagai nahkoda AABI. Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa tanggal 10 Desember 2016 di Jakarta, secara sangat demokratis Agus Jamhur  terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Agus Pusat AABI untuk periode 2016 – 2021.

“Sosok sederhana, simpel, tidak banyak neko-neko, penyabar, kerja keras, dan yang utama tidak ada sifat membedakan satu sama lain terutama kepada anggota AABI. Punya loyalitas yang sangat tinggi terhadap perkumpulan, walaupun beliau sama sekali belum memahami betul berorganisasi. Apalagi organisasi seperti AABI yang bersifat nasional,” ujar Agus Halim Wasekjen DAP AABI yang juga diaminkan oleh banyak pengurus DAP, DAD, dan DAC diseluruh Indonesia.

Sederhana dan bersahaja

Gus Jam melihat Agus-Agus yang ada di AABI ini begitu beragam karakter, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini semua membuat Gus Jam punya harapan besar untuk AABI menjadi sebuah perkumpulan ataupun komunitas yang bisa membangun sebuah “ruang” agar bisa dipergunakan dan bermanfaat untuk Agus, anak Agus, saudara Agus, teman Agus, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Terakhir, Gus Jam menitipkan pesan dan harapan kepada para pengurus DAP, DAD, dan DAC, serta berbagai tim yang ada di AABI ini, agar bisa bertanggung jawab dengan amanah yg telah diberikan. Kerjakan semampu yang dapat dilakukan. Yang paling penting, jadilah pelaku, bukan penonton. (red)

Brotherhood In Harmony

Penulis : Gus Nug

Filosofi Silaturahmi

Awas!! Jangan Jadikan Silaturahmi

sebagai Ajang Ghibah

Apa yang kalian ketahui dengan Silaturahmi Kata ini memang tidak asing di telinga kita, sering sekali kita mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi apa kita telah melakukannya? Silaturahmi berasal dari dua suku kata, yakni shirah dan Ar-Rahim. Shirah artinya hubungan, dan Ar-Rahim (yang jamaknya arham) berarti kerabat. Menurut saya, silaturahmi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, sekelompok orang atau lebih yang dilakukan dengan bertatap muka di suatu tempat yang di sengaja atau di rencanakan sebelumnya, kegiatan seperti ini bertujuan untuk menjalin suatu hubungan yang lebih akrab dan erat. Selain itu juga, silaturahmi dapat menjalin hubungan yang selama ini terputus antar kerabat atau saudara yang telah lama tidak bertemu menjadi suatu hubungan yang lebih dekat lagi dari sebelumnya, dengan kata lain silaturahmi dapat memperbaiki hubungan seseorang (kerabat) yang buruk atau jauh mejadi hubungan yang lebih dekat dan baik lagi.

Tahukah kalian, bahwa silaturahmi memiliki banyak sekali manfaat bagi diri kita, apa saja manfaat tersebut?

1. Rezeki yang di luaskan oleh Allah SWT

2. Dipanjangkan umurnya

3. Terciptanya kerukunan dalam berkeluarga

4. Khusnul khatimah

5. Sebagai kunci masuk syurga

Berikut penjelasan yang di kuatkan dengan hadist-hadist yang berkaitan dengan silaturahmi :

“Barang siapa yang ingin di luaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan (melakukan) silaturahmi”. (HR. Muslim)

“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk , maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi”. (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

“Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian”. (HR. Imam Tirmidzi)

“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi”. (HR. Imam Muslim)

MasyaAllah bukan? Manfaat silaturahmi bukan hanya dirasakan saat kita masih hidup, akan tetapi dapat kita rasakan pula ketika kita sudah tidak bernyawa lagi. Akan tetapi, kegiatan ini rentan sekali dengan dosa yang tercipta pada saat kita melakukan silaturahmi. Kegiatan berkumpulnya dua orang atau lebih, sekelompok orang atau lebih ini rentan akan perbuatan ghibah. Ghibah (menggosip) adalah kegiatan dua orang atau lebih yang didalamnya terjadi pembicaraan atau kegiatan yang tidak baik, salah satu contohnya adalah membicarakan keburukan orang lain. Bahkan lebih parahnya lagi apabila apa yang mereka ghibahkan tidak ada pada orang yang di ghibahi. Naudzubillahimindzaliq..

“Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (maha penerima taubat) lagi Rahim (maha menyampaikan rahmat)”. (QS Al-Hujurat : 12)

Dengan dalil diatas, masihkan kalian akan melakukan ghibah? Tidaklah kalian jijik apabila memakan daging saudaramu yang telah mati? Mungkin tanpa kita sadari, ghibah juga akan muncul ketika kita sedang berbicara tanpa kita sadari sebelumnya. Maka hati-hari dengan lisan (ucapan) kita yang terkadang dapat menyakiti diri kita sendiri kelak. Yaps seperti pepetah mengatakan “Mulutmu Harimaumu”.

Agar terhindar dari ghibah, sebaiknya silaturahmi diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menarik dan positif, seperti pengajian bersama, tausiyah (ceramah agama), dan jangan lupa juga untuk saling mengingatkan dalam melakukan sesuatu hal yang tidak baik.

Alhamdulillah..... semoga apa yang telah saya tulis bisa bermanfaat, mohon maaf apabila dalam tulisan ini banyak sekali kekurangan bahkan jauh dari kata sempurna JJ

@Blogger @sitiliayuliana